
Pasar Keuangan Eropa Tertekan Utang dan Politik
11 menit yang lalu
Demonstrasi anti-sistem di Barcelona berujung penjarahan dan pembakaran, dengan 100 orang ditangkap.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, sebanyak 100 orang ditangkap setelah demonstrasi 'anti-sistem' di Barcelona, Spanyol, pada Sabtu (24/10/2026) malam. Aksi protes itu berujung pada penjarahan toko dan pembakaran fasilitas jalan.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Plaza de Catalunya. Sekitar seperempat dari demonstran yang ditangkap merupakan anak di bawah umur.
Diwartakan Reuters, Menteri Dalam Negeri Catalonia Núria Parlon menyebut lebih dari 30 titik api muncul. Ia juga menyebut 14 toko dirusak atau dijarah.
Menurut laporan yang sama, kawasan itu biasanya ramai dikunjungi wisatawan dan warga yang berbelanja pada akhir pekan.
Aksi tersebut sebelumnya diserukan lewat unggahan media sosial dengan tajuk gerakan "melawan sistem". Unggahan itu memakai slogan "Institut Indignats", yang diterjemahkan dari slogan gerakan serupa di Prancis untuk menggalang pelajar dalam beberapa pekan terakhir. Slogan di Prancis itu, menurut laporan tersebut, bermakna siswa SMA yang marah.
Sejumlah video di media sosial memperlihatkan orang-orang terjebak di dalam toko, termasuk di Mall El Corte Inglés. Mereka terjebak setelah pintu penutup diturunkan untuk mencegah penjarahan.
Video lain menunjukkan demonstran bertudung dan berpakaian hitam menendang etalase, lalu membawa kabur barang dari toko. Dalam beberapa unggahan, aksi itu tampak mendapat dukungan dari penonton daring.
Wali Kota Barcelona Jaume Collboni menegaskan bahwa vandalisme di kotanya tidak akan dibiarkan tanpa hukuman. Ia menyatakan wali dari anak di bawah umur yang terlibat juga dapat dimintai pertanggungjawaban.
Saat ini Eropa sedang menghadapi gelombang kemarahan publik, dengan para demonstran memprotes masalah perumahan dan biaya hidup di berbagai negara. Selain di Spanyol, demonstrasi juga berlangsung di Prancis, Albania, Belgia, dan Italia.