
Iran Tetapkan AL dan AU Inggris sebagai Teroris
11 menit yang lalu
Perubahan kekebalan, paparan alergen, dan lingkungan dapat memengaruhi alergi pada orang dewasa.
Terbit · 1 min read

Alergi yang tidak pernah dialami sebelumnya dapat muncul saat seseorang dewasa, dan gejalanya bisa terasa lebih berat. Menurut laporan ANTARA yang mengutip laman gaya hidup Real Simple, perubahan sistem kekebalan, paparan alergen berulang, dan faktor lingkungan dapat berperan.
Dokter spesialis alergi dan imunologi Kara Wada mengatakan paparan serbuk sari berulang dapat memicu sensitivitas alergi, terutama bila disertai faktor lain seperti kehamilan, stres, penyakit, perubahan metabolisme, perubahan mikrobioma, atau perpindahan ke wilayah dengan alergen berbeda.
“Paparan serbuk sari yang berulang dari waktu ke waktu pada akhirnya dapat memicu sensitisasi, terutama ketika disertai faktor seperti kehamilan, stres, penyakit, perubahan kesehatan metabolisme, perubahan mikrobioma, atau perpindahan ke wilayah baru dengan paparan alergen yang berbeda,” kata Wada, menurut laporan yang sama.
Namun, bertambahnya usia tidak selalu membuat alergi semakin berat. Wada menjelaskan gejala alergi umumnya dapat membaik pada kelompok lanjut usia, terutama setelah seseorang berusia 65 tahun, terkait perubahan fungsi sistem kekebalan tubuh yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Menurut laporan yang sama, musim serbuk sari yang lebih panjang, konsentrasi serbuk sari yang meningkat, dan polusi udara dapat memperbesar paparan alergen serta memicu peradangan.
Hidung tersumbat atau bersin berulang pada orang dewasa juga belum tentu merupakan rinitis alergi. Dokter Meagan W. Shepherd menjelaskan rinitis nonalergi dapat menimbulkan gejala serupa, termasuk lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan, tetapi biasanya tidak disertai rasa gatal.
Shepherd menyarankan orang dengan gejala baru atau alergi yang semakin mengganggu untuk berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.