
KAI Batalkan Perubahan Nama Kereta di Gapeka 2026
14 menit yang lalu
Fahrial Syam menyarankan konsultasi dan penanganan di rumah sakit bagi pasien dengan gejala GERD berat.
Terbit · 1 min read

Dokter penyakit dalam konsultan penyakit lambung dan pencernaan, Prof. Dr. Fahrial Syam, menyarankan pasien yang kerap mengalami asam lambung berkonsultasi dengan dokter untuk mengendalikan GERD. Menurut laporan ANTARA Manado, ia menekankan penanganan intensif di rumah sakit bagi pasien dengan gejala berat atau faktor risiko tertentu.
Dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Fahrial menyebut gejala berat antara lain muntah hebat, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, penurunan berat badan, dan pucat akibat kekurangan zat besi.
Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia itu mengatakan perdarahan tersembunyi dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Ia juga menyarankan pasien dengan riwayat keluarga kanker kerongkongan atau lambung yang mengalami GERD segera mendapat penanganan di rumah sakit.
Fahrial mengingatkan GERD tidak sebaiknya dianggap sepele. Menurut dia, kondisi tersebut dapat disertai keluhan seperti gusi ngilu, telinga berdengung, hidung tersumbat, dan sesak napas, serta mengganggu kualitas hidup bila tidak ditangani dengan baik.
Ia mengatakan gangguan lambung dapat memengaruhi kehidupan sosial, aktivitas, dan pekerjaan. Karena itu, ia menganjurkan pasien berobat secara teratur sesuai arahan dokter serta menerapkan pola hidup sehat, termasuk tidur cukup dan mengendalikan stres.
Fahrial juga menyarankan pengurangan konsumsi cokelat, keju, serta makanan dan minuman asam atau pedas. Ia menganjurkan masyarakat tidak merokok atau mengonsumsi alkohol, serta melakukan olahraga atau latihan kebugaran.
Untuk mengelola stres, ia menyebut berdoa atau beribadah, meditasi, serta dukungan teman dan keluarga sebagai pilihan. Ia juga meminta pasien yang mengalami keluhan terkait asam lambung tetap tenang dan tidak panik.
Fahrial mengatakan sebagian pasien terburu-buru mendatangi instalasi gawat darurat atau klinik untuk mendapat suntikan obat penurun asam lambung karena merasa tidak nyaman. Menurutnya, ketenangan dapat membantu mengurangi serangan GERD, meski sebagian pasien juga mengalami kecemasan atau gangguan panik.