
Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Kecelakaan Kereta
11 menit yang lalu
BRIN mendorong pengendalian terpadu Begomovirus yang menyerang tanaman sayuran, terutama cabai dan tomat.
Terbit · 1 min read

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengendalian terpadu Begomovirus, kelompok virus tanaman yang dapat mengancam produktivitas sayuran. Informasi itu disampaikan CNNIndonesia.com dalam laporannya.
Menurut laporan CNNIndonesia.com, bahasan tersebut disampaikan BRIN dalam sebuah webinar. Waktu dan tempat penyelenggaraan webinar tidak disebutkan dalam laporan.
Puji Lestari, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, menyebut sayuran berperan mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Begomovirus terutama menyerang cabai dan tomat. Laporan tersebut menyebut genus ini mencakup setidaknya 466 spesies dan merupakan bagian dari famili Geminiviridae.
Penyebaran virus umumnya dibantu kutu kebul (Bemisia tabaci). Mengutip laman BRIN, laporan itu menyebut infeksi dapat menyebabkan daun menguning, bermotif mosaik, atau keriting, serta menghambat pertumbuhan tanaman.
Menurut laporan yang sama, Tomato yellow leaf curl virus (TYLCV) dan Tomato yellow mosaic virus (ToYMV), spesies Begomovirus yang menyerang tomat, pertama kali diidentifikasi pada 1980-an dan dikaitkan dengan kerugian di berbagai wilayah. Virus ini juga dilaporkan menyebar di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
CNNIndonesia.com menyebut kehilangan hasil panen pada tanaman yang terserang diperkirakan setidaknya 50–60 persen, sementara di sejumlah negara Asia Tenggara dan Asia Selatan kehilangan pada beragam tanaman dilaporkan sebesar 40–70 persen. Menurut Puji, pengendalian perlu mencakup deteksi dini, pemantauan serangga vektor, pemilihan benih, dan sanitasi lahan.