
Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Satya JKN 2026
15 menit yang lalu
Fadli Zon menilai cerita wayang memuat tuntunan moral dan budi pekerti.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut wayang sebagai salah satu sarana pendidikan karakter karena ceritanya memuat tuntunan, nilai moral, dan budi pekerti.
Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (7/11/2026).
Fadli mengatakan lakon wayang tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat menjadi pegangan. Ia menilai dalang menjadi pusat perhatian sekaligus teladan yang menyampaikan pesan moral melalui cerita.
Dalam laporan yang sama, wayang disebut sebagai salah satu budaya takbenda Nusantara. UNESCO mengakui wayang sebagai Warisan Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Kemanusiaan pada 7 November 2003.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional menjadi dasar penetapan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.
Dalam rangkaian peringatan Hari Wayang Nasional 2026, Kementerian Kebudayaan menggelar pertunjukan Wayang GOKUL di Balai Kota Bogor. Pertunjukan itu memadukan Wayang Golek dan Wayang Kulit Priangan dengan lakon Karna Tanding.
Empat dalang Dinasti Sunandar terlibat dalam pertunjukan tersebut bersama seniman dan komedian Sule, Nunung, serta Kiki Juliar. Acara itu ditujukan untuk memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat luas dan menginspirasi generasi muda menjaga warisan budaya.
Fadli mengapresiasi upaya para dalang Dinasti Sunandar dalam melestarikan wayang dan berharap mereka mewariskan ilmunya kepada generasi penerus. Ia juga menyebut ragam wayang, termasuk wayang golek Sunda dan wayang kulit, memiliki gagrak serta cerita yang bervariasi.