
Truk Tangki Tabrak Canter dan Ruko di Banyuwangi
16 menit yang lalu
Penghargaan mengapresiasi upaya repatriasi benda bersejarah dan pelestarian budaya.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Kementerian Kebudayaan menerima penghargaan dari sebuah media swasta nasional. Penghargaan itu diberikan dalam acara di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).
ANTARA menyebut Fadli menerima penghargaan kategori Distinguished Leadership in Cultural Repatriation and Historical Justice atas kepemimpinannya dalam upaya repatriasi dan pemulihan benda bersejarah Indonesia. Keterangan pers mengenai penghargaan itu diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (7/11/2026).
Kementerian Kebudayaan meraih penghargaan kategori Outstanding National Cultural Endowment and Living Heritage Regeneration. Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Bambang Wibawarta menerima penghargaan itu sebagai perwakilan institusi.
Menurut laporan yang sama, penghargaan untuk kementerian diberikan atas upaya memperluas pelestarian budaya. Program yang disebut mencakup Dana Indonesia Raya, yang mendukung individu, komunitas, dan lembaga budaya melalui 12 jenis program, serta residensi yang mempertemukan seniman muda dengan maestro Indonesia.
Fadli mengatakan apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi kementerian untuk memperkuat pemajuan kebudayaan dan merupakan pengakuan bagi pihak-pihak yang berkontribusi menjaga serta mengembangkan budaya Indonesia. Ia juga menyebut kebudayaan berpotensi menggerakkan ekonomi dan memperkuat diplomasi serta pengaruh Indonesia di tingkat internasional.
Fadli menyampaikan bahwa pemerintah mendorong pemajuan kebudayaan melalui revitalisasi lebih dari 200 situs budaya, keraton, istana, museum di berbagai provinsi, serta taman budaya. Ia menyebut repatriasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan budaya dan sejarah serta memulihkan kedaulatan budaya Indonesia.
Dalam keterangannya, Fadli menyebut pengembalian Java Man atau fosil manusia purba yang ditemukan Eugene Dubois, bersama lebih dari 30.000 artefak, fosil, dan benda budaya lain dari Belanda, Jerman, serta sejumlah negara lain. Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut dimaksudkan untuk memulihkan kedaulatan budaya dan melengkapi narasi riset yang hilang karena benda-benda itu dibawa ke luar negeri secara tidak sah pada masa kolonialisme.
Bambang mengatakan penghargaan itu menjadi pengakuan atas upaya kementerian menyediakan dukungan bagi pelaku seni dan budaya. Ia berharap dukungan tersebut membantu seniman dan pegiat budaya, termasuk di bidang musik dan film, untuk terus berkarya.