
Tentara AS Didakwa dalam Kasus Taruhan Rahasia
18 menit yang lalu
Kedekatan tanpa komitmen tetap dapat menumbuhkan keterikatan dan membuat seseorang terluka.
Terbit · 1 min read

Hubungan tanpa status memberi sebagian anak muda ruang untuk menikmati kedekatan tanpa komitmen pacaran. Menurut laporan CNNIndonesia.com, sejumlah pihak menilai pola ini tetap berisiko menimbulkan patah hati.
Mawar, 21 tahun, mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa ia telah menjalani hubungan tanpa status selama sekitar delapan bulan. Dalam wawancara pada Jumat (23/10/2026), ia menyebut hubungan itu terasa lebih bebas dari tuntutan dan ia belum ingin menjalani hubungan serius atau memikirkan pernikahan.
Bobi, 23 tahun, mengatakan belum siap berkomitmen dalam hubungan jangka panjang, tetapi juga tidak ingin terus merasa kesepian. Ia mengaku masih nyaman dengan hubungan tanpa status dan belum terpikir mengubahnya menjadi hubungan pacaran.
Pelatih hubungan Kei Savori mengatakan pola kedekatan tanpa status bukan hal baru dan sebelumnya dikenal sebagai teman tapi mesra. Menurut laporan CNNIndonesia.com, media sosial dan aplikasi kencan memperluas kesempatan berkenalan dengan beberapa orang sekaligus.
Kei mengaitkan banyaknya pilihan dengan kesulitan menetapkan komitmen karena seseorang bisa berharap menemukan pasangan yang lebih cocok. Ia juga menjelaskan bahwa perkenalan melalui aplikasi dapat berakhir tanpa penjelasan, termasuk ketika seseorang berhenti membalas pesan atau menghilang.
Penelitian berjudul All the Feels, None of the Labels: Young Adults' Experiences of Situationships mewawancarai orang dewasa muda berusia 19-25 tahun. Menurut laporan yang sama, penelitian itu mengidentifikasi tema seperti ketidakjelasan status, perbedaan keterlibatan emosional, dan dampak psikologis.
Kei menilai interaksi yang intens dapat menumbuhkan keterikatan emosional meski hubungan tidak diberi label pacaran. Ia mengatakan perpisahan atau ditinggalkan tanpa penjelasan tetap dapat membuat seseorang sakit hati.
Perbedaan harapan juga dapat membuat hubungan tanpa status menjadi rumit, terutama jika satu pihak mulai menginginkan komitmen. Kei menyarankan agar status hubungan dibicarakan secara terbuka dan seseorang mempertimbangkan pernyataan sejak awal bila pihak lain memang tidak ingin berkomitmen.