
KPU Bitung Rayakan Hari Lahir ke-73
21 menit yang lalu
Idgitaf mengaitkan tema album keduanya dengan kondisi masyarakat dan pentingnya saling peduli.
Terbit · 1 min read

Musisi dan penulis lagu Idgitaf mengaitkan album studio keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, dengan kondisi masyarakat saat ini setelah album tersebut meraih tiga penghargaan AMI Awards 2026. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam siaran pers di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).
Album itu meraih penghargaan Karya Produksi Album Terbaik. Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” mendapat penghargaan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik, sedangkan video liriknya terpilih sebagai Video Lirik Pilihan Penikmat Musik.
Idgitaf, yang bernama asli Brigitta Meliala, mengatakan ingin menggunakan perhatian yang muncul setelah penghargaan itu untuk menyoroti perjuangan masyarakat. “Saya ingin memanfaatkan ruang ini untuk menyuarakan perjuangan lain yang jauh lebih besar di luar sana, khususnya melihat situasi Indonesia hari ini yang sedang tidak mudah bagi banyak orang,” katanya.
Ia menghubungkan tema hujan dalam karyanya dengan situasi berbeda yang dihadapi masyarakat, termasuk banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Menurut Idgitaf, orang-orang dalam situasi tersebut sama-sama membutuhkan restorasi dan akuntabilitas.
Idgitaf juga menekankan pentingnya empati dan kepedulian di tengah situasi sosial. “Karya ini lahir dari rasa resah, dan saya ingin mengingatkan bahwa di tengah situasi sesulit apa pun, kita perlu tetap saling peduli dan saling jaga,” ujarnya.
Berusaha di Bawah Hujan dirilis pada Mei 2026 dan telah mencatat lebih dari 409 juta pemutaran di Spotify, menurut laporan ANTARA. Album tersebut memuat lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” dan “Masih Ada Cahaya”, kolaborasi dengan Hindia.
Album itu juga memuat “Mendung”, yang dirilis bersama Yura Yunita. ANTARA menyebut angka pemutaran album dinilai mencerminkan relevansi tema hubungan antarmanusia dan kerentanan dalam lagu-lagunya dengan keseharian pendengar.