
Pameran Gua Kuil Bingling Tampilkan 165 Peninggalan
18 menit yang lalu
Daftar Oldest.org menelusuri akar sejarah Iran hingga sekitar 3200 SM, tetapi tahun acuan bukan usia negara modern.
Terbit · 2 min read

Iran menempati posisi teratas dalam daftar negara Asia dengan akar sejarah tertua, yang ditelusuri hingga sekitar 3200 sebelum Masehi (SM). Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip daftar Oldest.org, daftar itu juga mencakup Vietnam, Armenia, Korea Utara, China, India, Israel, dan Afghanistan.
Tahun acuan tersebut merujuk pada perkiraan awal peradaban atau tradisi pendirian kerajaan kuno, bukan pembentukan negara modern maupun kemerdekaan saat ini. Karena itu, daftar tersebut menggambarkan akar sejarah wilayah, bukan usia pemerintahan modern.
Iran dikaitkan dengan peradaban Elam sebelum kemunculan Kekaisaran Persia. Vietnam berada di urutan kedua dengan tahun acuan 2879 SM, yang dikaitkan dengan tradisi pendirian kerajaan Văn Lang oleh para Raja Hùng.
Armenia berada di posisi ketiga dengan acuan 2492 SM. Korea Utara menempati urutan keempat dengan acuan 2333 SM, berdasarkan legenda pendirian Gojoseon oleh Dangun; angka itu bukan tahun berdirinya negara Korea Utara modern, yang disebut terbentuk pada 1948.
China berada di urutan kelima dengan acuan 2070 SM yang dikaitkan dengan awal Dinasti Xia, sedangkan India berada di posisi keenam dengan acuan 2000 SM. Israel dan Afghanistan melengkapi daftar dengan tahun acuan masing-masing 1300 SM dan 1200 SM.
Menurut laporan yang sama, data Bank Dunia yang dikutip menunjukkan produk domestik bruto nominal China sekitar US$19,50 triliun pada 2025, sementara India sekitar US$3,96 triliun. Vietnam mencatat sekitar US$514,70 miliar pada tahun yang sama.
Laporan tersebut mengaitkan perkembangan ekonomi China dengan industrialisasi, infrastruktur, investasi, dan perdagangan internasional. Pertumbuhan India disebut ditopang konsumsi domestik, teknologi informasi, jasa, dan manufaktur, sedangkan ekspor dan investasi manufaktur mendukung ekonomi Vietnam.
Iran memiliki sumber daya minyak dan gas, tetapi menghadapi tekanan sanksi internasional serta keterbatasan perdagangan dan investasi. Afghanistan menghadapi tantangan berupa konflik berkepanjangan, infrastruktur terbatas, dan lemahnya kegiatan ekonomi formal; laporan itu menyimpulkan bahwa akar sejarah panjang tidak otomatis beriringan dengan kemakmuran.
Indonesia tidak tercantum dalam daftar delapan negara tersebut. Laporan CNBC Indonesia menyebut jejak sejarah Nusantara antara lain Kerajaan Kutai sejak abad ke-4 Masehi, Sriwijaya sejak abad ke-7, serta catatan Prasasti Canggu pada 1358 tentang 34 pelabuhan sungai di sepanjang Sungai Brantas.
Menurut laporan yang sama, data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026. Laporan itu membedakan usia negara modern Indonesia dari sejarah kerajaan dan kegiatan perdagangan yang telah berlangsung jauh sebelum kemerdekaan.