
Tikus Berkeliaran di Kedai Kopi Pasir Ris
16 menit yang lalu
Rangkaian baru akan menjalani uji coba terakhir pada pertengahan November sebelum direncanakan beroperasi pada awal Desember.
Terbit · 1 min read

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan rangkaian kedelapan Commuter Line Jabodetabek untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna. Menurut laporan ANTARA, volume penumpang mencapai 303,79 juta orang sepanjang Januari-Oktober 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut rata-rata jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek mencapai 1 juta orang per hari kerja selama periode tersebut. Ia mengatakan tingginya volume penumpang membuat keselamatan dan keandalan sarana perlu diperhatikan.
Pada Sabtu (7/11/2026), Bobby memantau kesiapan rangkaian baru buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Depo KRL Depok, Jawa Barat. Ia didampingi Direktur Teknik KAI Commuter dan tim teknis INKA.
Menurut laporan yang sama, rangkaian itu telah menjalani beberapa kali pengujian. Uji coba terakhir dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026, sedangkan pengoperasiannya bagi pengguna direncanakan mulai awal Desember 2026.
Bobby mengatakan sejumlah penyempurnaan dilakukan pada rangkaian kedelapan, terutama pada bagian yang sebelumnya kerap mengalami kendala. INKA disebut melakukan identifikasi dan perbaikan melalui inovasi serta rekayasa ulang.
Sistem pintu otomatis pada rangkaian tersebut diperbarui dibandingkan tujuh rangkaian sebelumnya. Sistem pintu juga menjalani 500 kali percobaan, sementara bagian penggerak rangkaian dan pegas koil pada bogie turut diperbaiki.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan rangkaian itu telah menjalani uji penerimaan sarana di lokasi oleh tim internal KAI Commuter. Pengujian tersebut ditujukan untuk memeriksa fungsi sistem serta mengevaluasi kesiapan teknis dan keselamatan operasional.
Rangkaian kedelapan juga telah melalui optimalisasi kendali mutu oleh INKA sebagai penyempurnaan dari tujuh rangkaian CLI 225 yang lebih dahulu beroperasi. Purnomo mengatakan hasil pengujian akan terus dievaluasi bersama tim teknis INKA untuk memastikan kesiapan sarana.