
Teddy Paparkan Capaian Dua Tahun Pemerintahan
13 menit yang lalu
Lulusan SMK dan LKP mengikuti program magang dan bekerja di berbagai negara.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 3.030 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses kerja dan meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi.
Pelepasan itu berlangsung dalam kegiatan yang dipantau secara daring di Jakarta Pusat pada Kamis (29/10/2026).
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan program ini memberi lulusan kesempatan memperoleh pengalaman kerja internasional dan meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global.
Dari total peserta, 1.530 merupakan lulusan dari 231 SMK di 26 provinsi. Mereka terdiri atas 1.066 peserta magang dan 464 peserta yang akan bekerja di luar negeri.
Sebanyak 450 peserta dari kelompok lulusan SMK itu berasal dari 32 SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut juga melibatkan 1.500 lulusan dari 17 LKP di tiga provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut Tatang, peserta akan ditempatkan di berbagai negara dengan kebutuhan kompetensi dan bahasa yang beragam, antara lain negara-negara Eropa, Jerman, Jepang, Turki, Bulgaria, Korea Selatan, Malaysia, dan kawasan Timur Tengah. Ia menyebut kemampuan bahasa asing sebagai bekal untuk beradaptasi dan memenuhi kebutuhan dunia kerja di negara tujuan.
Tatang mengatakan program ini melanjutkan upaya Kemendikdasmen membuka akses kerja luar negeri bagi lulusan pendidikan vokasi. Ia menyebut lebih dari 10 ribu lulusan SMK dan LKP telah diberangkatkan sebelumnya. “Alhamdulillah, sampai saat ini berarti sudah mencapai lebih dari 13 ribu lulusan SMK dan LKP yang bekerja di luar negeri,” ujarnya.