
Oat dan Kacang Dapat Mendukung Penurunan Kolesterol
10 menit yang lalu
Tujuh perwakilan agen perjalanan dan operator tur China mengikuti perjalanan pengenalan destinasi di Labuan Bajo dan Bali.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pariwisata memfasilitasi perwakilan agen perjalanan dan operator tur asal China untuk mengembangkan paket wisata Labuan Bajo dan Bali bagi wisatawan Tiongkok. Menurut laporan ANTARA, kegiatan ini bertujuan membantu peserta merancang dan memasarkan paket wisata sesuai preferensi wisatawan Tiongkok.
Tujuh perwakilan agen perjalanan dan operator tur mengikuti perjalanan pengenalan destinasi pada 19–25 Oktober 2026 yang mencakup Labuan Bajo dan Bali.
Mereka mengikuti jamuan makan di kapal AYANA Lako Sae dalam perjalanan menuju Pulau Kalong sambil menyaksikan matahari terbenam. Peserta kemudian menikmati perjalanan dengan kapal pinisi dan snorkeling di Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, serta Pulau Komodo.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan kementerian berharap peserta dapat menyusun paket wisata Indonesia yang kompetitif dan sesuai dengan preferensi wisatawan Tiongkok. Keterangan itu disampaikan dalam siaran pers kementerian.
Di Labuan Bajo, peserta mengikuti pertemuan bisnis dengan 14 pelaku industri pariwisata, termasuk maskapai, penyedia akomodasi, dan agen perjalanan. Kegiatan tersebut didukung Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
Made mengatakan Labuan Bajo menjadi sorotan dalam perjalanan pengenalan tersebut, sejalan dengan upaya kementerian memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi prioritas di luar Bali. Menurut laporan yang sama, peserta melanjutkan perjalanan ke Bali, dengan China Southern Airlines menyediakan layanan penerbangan langsung rute Guangzhou–Denpasar.
Di Bali, peserta menginap di The Westin Resort & Spa Ubud, mendapat kesempatan menikmati perawatan spa, dan merasakan kekayaan kuliner Pulau Dewata.
Data Badan Pusat Statistik yang dikutip ANTARA mencatat kunjungan wisatawan China ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 1,34 juta, terbanyak keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura. Pada Januari–Agustus 2026, kunjungan dari Tiongkok tercatat 1,054 juta, naik 16,46 persen dibandingkan 905.002 kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.