
Lansia China Belajar AI hingga Penyuntingan Video
21 menit yang lalu
OASE PTKIN menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa di tengah transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial.
Terbit · 1 min read

Kementerian Agama menyebut Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa menghadapi transformasi digital. Menurut laporan ANTARA, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal itu di Yogyakarta, Rabu (4/11/2026), saat pembukaan kegiatan.
OASE PTKIN digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kompetisi tingkat nasional itu diikuti ratusan peserta dan merupakan penyelenggaraan ketiga.
Nasaruddin mengatakan kegiatan bertema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi” itu menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial. Ia berharap mahasiswa dapat menampilkan percobaan temuan yang dipersiapkan di perguruan tinggi.
“Jadi kita berharap nanti bibit-bibit unggul yang selama ini kita persiapkan di perguruan tinggi itu menampilkan percobaan temuannya, yang mungkin nanti disempurnakan pada saat setelah alumni,” kata Nasaruddin setelah pembukaan OASE PTKIN.
Menurut laporan yang sama, Nasaruddin berharap ajang tersebut dapat membantu mengangkat Indonesia dalam berbagai bidang, khususnya sains dan riset. Laporan itu juga menyampaikan harapan agar hasil kegiatan meningkatkan minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap PTKIN.
Nasaruddin menjelaskan UIN Sunan Kalijaga dipilih sebagai tuan rumah setelah perguruan tinggi tersebut memperoleh predikat yang disebutnya luar biasa dan menempati urutan kedua setelah Universitas Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan OASE pertama kali digelar pada 2021 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, lalu pada 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada 2026, kegiatan tersebut berlangsung di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Amien berharap kompetisi bidang agama, sains, dan riset mendorong mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan inovasi yang berlandaskan nilai keislaman, moderasi beragama, dan kemanusiaan. Ia juga menyebut OASE diharapkan mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, budaya riset, sportivitas, kolaborasi, dan persaudaraan mahasiswa.