
Makan Sambil Menonton Pengaruhi Ingatan Makan
17 menit yang lalu
Beasiswa dan penugasan tenaga kesehatan diarahkan untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis dan pemerataan layanan.
Terbit · 2 min read

Kementerian Kesehatan menyalurkan 4.592 beasiswa bagi dokter spesialis, dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya sepanjang 2024–2026. Menurut laporan ANTARA, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut program itu sebagai upaya mempercepat pemenuhan dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan nasional.
Budi menjelaskan hal tersebut di Jakarta pada Jumat. Data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan per 21 Oktober 2026 mencatat 93 persen wilayah masih membutuhkan dokter spesialis, dengan kekurangan total 55.192 dokter.
Menurut Budi, pemenuhan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Ia menyatakan, “Masalah kita ada pada jumlah dokter spesialis. Dari 66 RSUD PHTC yang sedang dibangun, yang memiliki kelengkapan dokter spesialis baru mencapai 51 persen. Karena itu, Kemenkes berupaya mengisi kekurangan tersebut,” ujarnya.
Dari total beasiswa itu, 2.696 diberikan untuk pendidikan dokter spesialis, 1.081 untuk dokter dan dokter gigi, serta 815 untuk tenaga kesehatan. Budi berharap beasiswa ke depan semakin tepat sasaran, terutama bagi putra-putri daerah yang membutuhkan.
Kemenkes juga menjalankan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit, penugasan tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta pelatihan lanjutan di dalam dan luar negeri. Program Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama atau Hospital-Based dikembangkan untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis dan mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan layanan di daerah.
Sejak 2024, program Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama memiliki 221 peserta didik dalam empat angkatan. Pada 2026, Kemenkes mengembangkan 55 program studi pendidikan dokter spesialis di 52 rumah sakit untuk mendukung tujuh spesialis dasar serta layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan kesehatan ibu dan anak.
Untuk mengisi kekosongan layanan, Kemenkes menugaskan dokter spesialis ke rumah sakit prioritas, termasuk rumah sakit dalam Program Hasil Terbaik Cepat, layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan kesehatan ibu dan anak, serta wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Hingga Juli 2026, sebanyak 371 dokter spesialis telah ditugaskan; pada periode yang sama, 3.648 tenaga medis dan tenaga kesehatan ditempatkan di puskesmas di daerah dengan keterbatasan tenaga kesehatan.
Kemenkes juga mengadakan pelatihan fellowship di luar negeri, khususnya untuk memperkuat layanan jantung dan stroke serta kemampuan menggunakan teknologi medis modern. Sebanyak 136 dokter spesialis mengikuti pelatihan di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia; 65 di antaranya telah lulus dan kembali ke daerah asal, menurut laporan ANTARA.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.