
Polri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Metro Jaya
10 menit yang lalu
Pemeriksaan berkala membantu mengetahui kadar kolesterol; sejumlah keluhan dapat berkaitan dengan komplikasi.
Terbit · 1 min read

Kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan keluhan khusus, sehingga seseorang dapat merasa sehat meski kadar kolesterolnya meningkat. Menurut laporan ANTARA yang diterbitkan dari Jakarta pada Rabu (4/11/2026), kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Kadar kolesterol diketahui melalui pemeriksaan darah, biasanya tes profil lipid, yang mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Karena sering tidak bergejala, pemeriksaan kolesterol secara berkala penting untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Benjolan kekuningan yang disebut xantoma kadang ditemukan pada orang dengan kadar lemak darah sangat tinggi. Endapan di bawah kulit ini dapat muncul di sekitar siku, lutut, tangan, atau bagian tubuh lain; endapan serupa di sekitar kelopak mata disebut xanthelasma.
Xantoma dan xanthelasma bukan tanda pasti kolesterol tinggi. Kemunculannya tetap perlu dinilai melalui pemeriksaan medis.
Nyeri atau rasa tertekan di dada dapat berkaitan dengan komplikasi ketika plak mempersempit pembuluh darah yang memasok jantung. Keluhan yang disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri menjalar ke lengan dan rahang memerlukan pertolongan medis segera.
Penumpukan plak pada pembuluh darah menuju kaki dapat menyebabkan penyakit arteri perifer. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kram, atau pegal saat berjalan atau beraktivitas, yang biasanya berkurang setelah beristirahat; keluhan tersebut bukan tanda pasti kolesterol tinggi.
Gangguan aliran darah menuju otak dapat menyebabkan stroke. Gejalanya dapat berupa wajah tidak simetris, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan; gejala stroke merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Risiko kolesterol tinggi dapat dipengaruhi pola makan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, berat badan berlebih, usia, dan riwayat keluarga. Untuk membantu menjaga kadar kolesterol, materi ANTARA mengutip CDC dan sumber lain yang menganjurkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak serat dari sayur dan buah, rutin berolahraga, menjaga berat badan, serta menghindari rokok.