
Ali Masykur Tekankan Kesiapan Infrastruktur SPKLU
13 menit yang lalu
Delegasi Kowani akan membahas pemberdayaan perempuan dan menjajaki kemitraan usaha dalam forum di London.
Terbit · 1 min read

Delegasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dijadwalkan mengikuti rangkaian pertemuan International Council of Women–Conseil International des Femmes (ICW–CIF) untuk membahas pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurut laporan ANTARA, Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto menyebut kehadiran delegasi itu juga bertujuan memperkuat persahabatan antarorganisasi perempuan.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung di London, Inggris, pada 2–5 November 2026. Konferensi yang digelar National Council of Women of Great Britain dan ICW dijadwalkan berlangsung pada 2 November di Kensington, London.
Nannie mengatakan kehadiran Kowani berkaitan dengan perannya sebagai koordinator pada Status of Women Standing Committee ICW–CIF. Ia menyebut delegasi membawa perhatian pada peningkatan kesempatan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, ketahanan keluarga, serta kaderisasi kepemimpinan lintas generasi.
Menjelang pertemuan ICW, delegasi Kowani bertemu dengan Duta Besar RI untuk Britania Raya Desra Percaya. Menurut laporan yang sama, pertemuan itu membahas peluang pengembangan usaha perempuan melalui UMKM, kerajinan, pariwisata, budaya, dan kuliner.
Nannie menyoroti kreativitas perempuan Indonesia dan potensi bahan baku lokal, termasuk serat alam, untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah bagi perekonomian keluarga. Ia menyatakan penjajakan diharapkan membuka akses informasi pasar, jejaring usaha, dan calon mitra.
Konferensi tersebut mengagendakan pembahasan kecerdasan buatan, perdagangan berkeadilan, kesehatan perempuan, perubahan iklim, serta tantangan kesetaraan di ruang digital. Kowani mengaitkan isu-isu itu dengan kebutuhan perempuan, termasuk adaptasi terhadap teknologi, kesempatan ekonomi, lingkungan yang aman, serta kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Nannie mengatakan tindak lanjut penjajakan memerlukan kesiapan produk, peningkatan keterampilan, pendampingan, dan pembahasan terukur bersama pihak terkait. Ia berharap pertemuan menghasilkan hubungan kerja yang dapat diteruskan melalui pertukaran pengetahuan, pendampingan, dan penjajakan program bersama, termasuk untuk mendukung persiapan satu abad Kowani pada 1928–2028.