
Listyo Sigit Apresiasi Peran Tapak Suci
15 menit yang lalu
Pabrik berkapasitas 300 ribu ton per tahun diperkirakan menghemat devisa dan memanfaatkan karbon dioksida.
Terbit · 2 min read

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkirakan kapasitas pabrik soda ash di PT Petrokimia Gresik berpotensi menggantikan sekitar 29 persen volume impor soda ash Indonesia pada 2025. Menurut laporan ANTARA, pabrik itu berkapasitas produksi 300 ribu ton per tahun.
Substitusi impor tersebut diperkirakan menghemat devisa sekitar Rp1,4 triliun per tahun. Indonesia masih mengimpor seluruh kebutuhan soda ash pada 2025, sekitar 1,05 juta ton senilai 225 juta dolar AS.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Minggu (1/11/2026), Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyebut hilirisasi sebagai jalan untuk memperkuat kemampuan industri dalam negeri. “Melalui hilirisasi, kita memperluas kemampuan Indonesia menghasilkan bahan baku industri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” kata Rahmad.
PT Petrokimia Gresik dan PT Rekayasa Industri telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) untuk proyek soda ash dan amonium klorida. Proyek itu juga dirancang menghasilkan 300 ribu ton amonium klorida per tahun, yang dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk NPK.
Pemanfaatan amonium klorida diharapkan memperkuat integrasi rantai pasok industri kimia dan mendukung ketahanan bahan baku pupuk nasional. Proyek tersebut merupakan bagian dari agenda industrialisasi Pupuk Indonesia melalui pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan.
Pupuk Indonesia menyebut proyek itu sebagai proyek soda ash kedua dalam grupnya, sekaligus bagian dari pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk kimia bernilai tambah. Rahmad mengatakan perusahaan memiliki mandat menjaga ketahanan pangan dan membangun kedaulatan industri nasional; kedua mandat itu menjadi arah bagi investasi, inovasi, dan langkah transformasi perusahaan.
Proyek tersebut dirancang memanfaatkan sekitar 174 ribu ton karbon dioksida per tahun dari proses produksi pupuk. Menurut laporan yang sama, pemanfaatan karbon dioksida itu menghubungkan produksi pupuk dengan pembuatan produk kimia bernilai tambah dan menjadi bagian dari transformasi hijau Pupuk Indonesia melalui dekarbonisasi bertahap menuju net zero emission (NZE) 2060.
Petrokimia Gresik juga telah menguji teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon melalui fasilitas percontohan. Pengujian pengolahan karbon dioksida menjadi soda ash mencatat efisiensi penangkapan 91,48 persen hingga 97,79 persen, menurut laporan yang sama.