
Operasi Patuh Candi Sasar Pengendara Merokok
11 menit yang lalu
LRT Jabodebek memeriksa dan merawat jalur sepanjang sekitar 43 km, dari harian hingga berkala, demi keselamatan perjalanan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, LRT Jabodebek rutin memeriksa dan merawat prasarana jalur sepanjang lebih kurang 43 km, mulai dari pemeriksaan harian hingga berkala. Upaya itu disebut sebagai bagian dari prioritas keselamatan pengguna dan kelancaran perjalanan.
Pemeriksaan dan perawatan dilakukan agar kondisi jalur terjaga sesuai prosedur operasi standar (SOP) dan ketentuan teknis yang berlaku. Pemeriksaan berkala dilakukan saat jam nonoperasional, yakni pukul 00.00-04.00 WIB.
Manajer Hubungan Masyarakat LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pemeriksaan dan perawatan prasarana merupakan upaya penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan. Kegiatan itu bertujuan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada komponen jalur, menilai kondisi prasarana, serta menentukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.
"Keselamatan pengguna dan perjalanan LRT Jabodebek menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik," ujar Radhitya. Menurut dia, pemeriksaan yang rutin dan terencana memungkinkan potensi permasalahan diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti.
Pemeriksaan harian meliputi pengukuran lebar rel 1.435 milimeter dengan alat matisa, pelumasan pada jalur lengkung, serta pemeliharaan drainase dan lingkungan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Petugas juga merawat jalur beton, sistem penambat rel, dan pagar pengaman, serta memeriksa geometri jalur lengkung.
Pemeriksaan berkala dilakukan sesuai jadwal pemeliharaan yang telah ditetapkan. Cakupannya antara lain wesel, geometri jalur lengkung, pelindung rel, kondisi dan usia penambat, struktur beton pendukung jalur (plinth track), sambungan rel dengan pengelasan teknik flash butt dan thermit, pelat sambung, serta pembatas di ujung jalur.
Pemeriksaan berkala itu juga mencakup perangkat penjepit dan Seismic Detection Alarm System (SDAS), yaitu sistem yang memberikan informasi tentang dampak getaran gempa terhadap prasarana. Informasi dari SDAS menjadi acuan petugas untuk memeriksa dan menentukan tindak lanjut. Petugas turut memeriksa aspek K3, drainase dan lingkungan, kondisi dahan pohon, serta struktur bawah jalur.
Menurut laporan yang sama, pemeriksaan geometri jalur dan sistem penambat membantu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada kondisi jalur. Perawatan wesel dan komponen sambungan rel ditujukan menjaga komponen yang mendukung perjalanan kereta, sedangkan pemeriksaan drainase dan lingkungan mengidentifikasi kondisi di sekitar jalur yang berpotensi memengaruhi prasarana.
Radhitya menambahkan, keandalan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengoperasian kereta, tetapi juga pada kondisi prasarana yang menunjang perjalanan. LRT Jabodebek disebut berkomitmen terus melaksanakan pemeriksaan dan perawatan prasarana sesuai prosedur yang berlaku.