
BOOST VECTOR EX Rilis di Steam
29 menit yang lalu
Pencarian masih berlangsung setelah perahu migran terbalik; jumlah korban belum final.
Terbit · 1 min read

Sebanyak 21 orang tewas setelah sebuah perahu migran tenggelam di lepas pantai barat laut Senegal. Menurut laporan CNNIndonesia.com, Kementerian Dalam Negeri Senegal menyatakan satu orang berhasil diselamatkan dan 21 jenazah telah ditemukan.
Perahu itu terbalik pada Sabtu (7/11/2026) di dekat bukit pasir Loumpoul, wilayah Kebemer, antara Dakar dan Saint-Louis. Proses pencarian masih berlangsung hingga Sabtu malam (7/11/2026), sehingga jumlah korban disebut masih sementara.
Perahu tersebut berjenis pirogue, yakni perahu berdasar datar. Menurut laporan CNNIndonesia.com yang mengutip AFP, surat kabar Le Soleil menyebut sebagian besar korban berasal dari distrik Leona dan Thieppe di wilayah yang sama.
Pihak berwenang juga memberikan bantuan kepada keluarga korban selama pencarian dilanjutkan. Laporan itu tidak menyebutkan penyebab perahu terbalik.
Insiden tersebut menambah jumlah korban jiwa dalam perjalanan migran melalui rute Atlantik dari Afrika Barat menuju Kepulauan Canary, Spanyol. Ribuan orang setiap tahun mencoba mencapai Eropa melalui jalur laut tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Senegal menyatakan pihaknya mencegat 142 migran pada Jumat (6/11/2026). Mereka menggunakan perahu kecil serupa dan disebut menuju Spanyol.
Dalam pernyataan pada Sabtu (7/11/2026), kementerian menyatakan tekad memerangi jaringan penyelundupan manusia, antara lain melalui penguatan kerja sama dengan negara-negara tetangga. Otoritas Spanyol di Pulau El Hierro menetapkan status darurat pada Sabtu (7/11/2026) menyusul lonjakan kedatangan perahu migran.
Sejak awal November, lebih dari 3.300 orang tercatat tiba di Kepulauan Canary dengan 30 perahu, menurut laporan CNNIndonesia.com. Angka tersebut merujuk pada kedatangan yang dicatat sejak awal bulan.