
Ginting Terhenti di Perempat Final Korea Open
19 menit yang lalu
Kedua tim tersingkir setelah hasil fase grup di Kudus; sejumlah pemain Polandia menyoroti kecepatan lawan-lawan dari Asia.
Terbit · 1 min read

Tim bulu tangkis junior Polandia dan Amerika Serikat gagal melaju ke semifinal MilkLife Superliga Junior 2026 setelah tersingkir pada fase grup di Kudus, Jawa Tengah. Menurut laporan ANTARA, hasil pertandingan hingga Jumat (6/11/2026) memastikan kedua tim tidak mendapat tempat di semifinal.
Semifinal dijadwalkan berlangsung Sabtu (7/11/2026) di GOR Djarum, Jati, Kudus.
Pada sektor U17 putri, tim Polandia kalah dalam empat pertandingan Grup B. Lawan mereka adalah Mutiara Cardinal, Pelatprov Jawa Timur, C.Y. Foundation Badminton dari Taiwan, dan Singapore Badminton Academy.
Pelatih kepala tim U17 Polish Badminton Association, Szymon Kostka, mengatakan persaingan terasa ketat, terutama saat menghadapi klub-klub Asia. Ia menilai kecepatan permainan lawan menjadi tantangan bagi pemain Eropa.
“Saya melihat pemain-pemain Asia, khususnya klub-klub dari Indonesia memiliki kecepatan jauh lebih tinggi dibanding pemain Eropa,” kata Kostka. Ia juga menyebut pukulan pemain Asia kuat dan mengatakan turnamen itu memberi pengalaman bagi atlet muda Polandia.
Kostka mengatakan keikutsertaan Polandia untuk kedua kalinya dalam turnamen tersebut menjadi kesempatan menghadapi klub dengan tradisi bulu tangkis yang kuat. Pemain U17 putri Polandia, Jasiulewicz Weronika, menyampaikan penilaian serupa setelah timnya kalah 2-3 dari Singapore Badminton Academy pada laga terakhir fase grup.
Global Badminton Academy dari Amerika Serikat juga tersingkir. Pada sektor U17 putri, mereka kalah 0-5 dari Djarum A di pertandingan terakhir dan berada di posisi terbawah tanpa kemenangan; tim U17 putranya hanya mengumpulkan satu poin sepanjang fase grup.
Di antara tim Indonesia, Djarum A lolos ke semifinal U17 putri sebagai juara grup setelah memenangi seluruh pertandingan penyisihan. Pada sektor U17 putra, PB Jaya Raya Jakarta menjadi juara Grup A dengan empat kemenangan dan satu kekalahan; pemainnya, Kusuma Alvin Jefferson, menyebut persaingan ketat dan mengatakan tim menargetkan final serta gelar juara.