
Messi Raih Golden Boot MLS Dua Musim Beruntun
10 menit yang lalu
Raphael dibuat tanpa proses syuting konvensional dan menghabiskan 14 bulan dalam penyuntingan.
Terbit · 1 min read

Film fiksi ilmiah Raphael, yang sepenuhnya dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), dijadwalkan tayang di bioskop Korea Selatan pada 25 November 2026. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Korea Times, film ini berkisah tentang android yang menemukan sisi kemanusiaannya.
Laporan tersebut menyebut Raphael merupakan proyek Mateo AI Studio dan MBC C&I AI Content Lab. Film berdurasi 138 menit itu digarap oleh Yang Ik-june, Moon Shin-woo, dan Jung Joo-won.
Seluruh karakter, latar, dan adegan perang dibuat tanpa proses syuting langsung. Tim menghabiskan waktu hingga 14 bulan dalam penyuntingan untuk menjaga konsistensi visual dan gerak karakter.
Sebelum jadwal tayang reguler, Raphael menjadi film pembuka Busan International AI Film Festival kedua tahun lalu dan ditampilkan di Cannes Film Market pada Mei. Laporan yang sama menyebut film AI lain, Steelay, telah lebih dahulu dirilis bulan sebelumnya.
Sutradara Yeon Sang-ho juga menjajal AI generatif untuk merampungkan serial sempalan empat episode berjudul Paradise Lost Universe hanya dalam dua pekan. Ia menilai hasil dan akting karakter AI cukup baik, tetapi AI belum mudah menggantikan aktor manusia.
Yeon menyebut aura aktor manusia tetap menjadi bagian penting film. Menurutnya, penonton mencari ilusi yang meyakinkan, sementara AI dibentuk dari pola umum dan belum menangkap keunikan individu.
Festival Film Fantastik Internasional Bucheon ke-30 pada Juli memperluas kategori kompetisi untuk menampung film panjang berbasis AI dan mengadakan pertemuan industri mengenai standar kreatif. Sutradara Jia Zhangke juga menyatakan telah membuat tiga film pendek AI dalam dua tahun terakhir untuk mengeksplorasi potensinya.
Di China, film panjang berbasis AI Sanxingdui: Future Past disebut gagal menarik penonton setelah menelan biaya produksi setara Rp27,2 miliar. Sejumlah penonton menilai kualitasnya belum sebanding dengan produksi manusia; salah satu penonton yang diwawancarai AFP mengatakan kualitas film itu masih kurang dibandingkan produksi manusia.