
Messi Raih Golden Boot MLS Dua Musim Beruntun
15 menit yang lalu
Ponsel lama dapat dijual, diperbaiki, digunakan kembali, atau disalurkan ke fasilitas daur ulang yang sesuai.
Terbit · 1 min read

ANTARA membagikan sejumlah cara mengelola ponsel lama agar perangkat tidak langsung dibuang dan berisiko menjadi limbah elektronik. Pilihannya mencakup menjual, memberikan, memperbaiki, atau mendaur ulang perangkat.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 8 November 2026, ANTARA mengutip Real Simple yang memuat penjelasan Astha Upadhyay, peneliti material dan lingkungan dari Temple University. Ponsel mengandung logam seperti emas, perak, kobalt, dan litium.
Menurut Upadhyay, penambangan logam tersebut membutuhkan energi dan sumber daya alam. Daur ulang dapat membantu mengembalikan material ke rantai pasok serta mengurangi kebutuhan penambangan baru.
Upadhyay menjelaskan bahwa membuang perangkat elektronik berisiko mengeluarkan material berharga dari siklus pemanfaatan sumber daya. ANTARA juga mengutip Aimee Simpson, Direktur Pemasaran Produk di perusahaan keamanan siber Huntress, mengenai risiko data pribadi pada ponsel yang tidak lagi digunakan.
Ponsel dapat menyimpan kata sandi, pesan, foto, dan detail akun yang masih berisiko diakses. Sebelum menjual atau memberikan perangkat, pengguna disarankan mencadangkan data yang diperlukan, keluar dari semua akun, lalu mengembalikan ponsel ke setelan pabrik.
Menjual ponsel melalui platform barang bekas atau memberikannya kepada orang yang membutuhkan dapat memperpanjang masa pakai perangkat. Program tukar tambah dari produsen atau peritel juga dapat memberi uang atau kredit belanja, sementara perangkat diarahkan untuk diperbaiki, digunakan kembali, atau didaur ulang.
Upadhyay menilai perbaikan, misalnya mengganti layar atau baterai, dapat menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan daripada langsung membeli perangkat baru. Jika ponsel sudah tidak dapat digunakan, pemilik dapat mencari program pengumpulan dan daur ulang dari produsen, peritel, atau pemerintah setempat.
ANTARA mengingatkan bahwa baterai yang dibuang secara tidak tepat berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran. Karena itu, perangkat yang tidak terpakai perlu disalurkan melalui fasilitas pengelolaan limbah elektronik yang sesuai.