
Cara Mengelola Ponsel Lama agar Tak Jadi Limbah
18 menit yang lalu
Kolaborasi dan pelatihan vokasi dinilai penting untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan industri untuk menjembatani kesenjangan keterampilan lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Keterangan tersebut diterima ANTARA pada Minggu (8/11/2026). Laporan itu tidak merinci lokasi atau waktu Afriansyah menyampaikan pernyataannya.
Afriansyah mengatakan dinamika pasar kerja dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan dan transisi ekonomi hijau. Menurut dia, kompetensi lulusan perlu diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja.
Afriansyah mengatakan kolaborasi, sertifikasi, dan penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dapat membuat lulusan lebih siap terserap atau membuka lapangan kerja sendiri.
Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan Pelatihan Vokasi Nasional, Magang Nasional atau MagangHub, Talent and Innovation Hub, serta pelatihan peningkatan dan pembaruan keterampilan. Program-program itu ditujukan untuk calon wirausaha dan tenaga kerja.
Afriansyah mengatakan program pelatihan dan pengembangan tersebut diharapkan membantu generasi muda siap bekerja, berinovasi, berwirausaha, dan menciptakan lapangan kerja. Ia menyebut upaya pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi yang kuat.
Ia menilai kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, serta dunia usaha dan industri diperlukan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berdaya saing. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang dilaporkan ANTARA.