
Hiya: 89 Persen Panggilan Tak Dikenal di RI Spam
16 menit yang lalu
Ruang toleransi menggambarkan kemampuan seseorang menghadapi tekanan, sementara istirahat dan kebiasaan sehat dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Terbit · 1 min read

Berbagai tekanan, mulai dari tenggat pekerjaan hingga paparan berita negatif, dapat membuat seseorang kelelahan secara mental. Menurut laporan ANTARA yang terbit Sabtu (31/10/2026), kondisi itu dapat terjadi ketika seseorang keluar dari ruang toleransinya.
Laporan tersebut mengutip Real Simple pada Jumat (30/10/2026), yang menjelaskan bahwa konsep ruang toleransi pertama kali dicetuskan Dan Siegel, profesor klinis psikiatri di Fakultas Kedokteran UCLA. Ruang toleransi menggambarkan rentang kondisi ketika seseorang dapat berfungsi dengan nyaman.
Wakil Presiden Perawatan Klinis di Octave Mental Health, Golee Abrishami, menyebut konsep itu membantu seseorang menilai perasaannya dan hal-hal yang mampu dihadapinya. Di luar rentang tersebut, seseorang dapat mengalami kondisi yang berkaitan dengan kecemasan, stres, kepanikan, depresi, atau disosiasi.
Respons terhadap tekanan berbeda-beda. Menurut Abrishami, sebagian orang dapat menarik diri, sulit fokus, kurang produktif, atau terus merasa khawatir.
Sebagian lainnya mungkin mencurahkan diri pada pekerjaan, hubungan, pola makan, pekerjaan rumah tangga, atau hobi. Mereka juga dapat menjadi sangat berfokus pada kebersihan, pengorganisasian, dan keteraturan.
Abrishami menyarankan menjaga pola hidup sehat dan membatasi kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel. Ia mengatakan otak manusia tidak dirancang untuk menerima seluruh berita dunia sepanjang waktu, dan paparan informasi yang berlebihan dapat mengganggu kesejahteraan.
Ia juga menyarankan agar seseorang memperhatikan batas kemampuan tubuh dan beristirahat ketika merasa tidak sehat. Sesak napas, kekhawatiran berkepanjangan, atau ketakutan yang terus muncul perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis atau ahli terkait.
Perubahan hormon dalam siklus menstruasi, perimenopause, atau menopause juga dapat berperan dalam munculnya stres, menurut laporan tersebut. Olahraga, berada di alam, dan menghabiskan waktu bersama orang terkasih disebut dapat bermanfaat bagi kesehatan mental.