
Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh tentang UFO
11 menit yang lalu
Peserta pertama uji coba vaksin Ebola varian Bundibugyo telah menerima suntikan di Bunia, Provinsi Ituri, menurut WHO.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, para pejabat kesehatan di Republik Demokratik Kongo telah meluncurkan uji coba vaksin Ebola baru untuk membendung epidemi yang menyebar dengan cepat. Hal itu disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (23/10/2026).
Peserta pertama uji coba vaksin baru bernama "Tumaini", yang dalam bahasa Swahili berarti harapan, telah menerima vaksin di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri. Informasi tersebut berasal dari kantor regional WHO untuk Afrika.
Uji coba itu akan mengevaluasi kandidat vaksin untuk melawan Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, dengan sasaran orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan kasus terkonfirmasi. Hingga kini belum ada vaksin yang disetujui untuk varian tersebut, yang pertama kali dilaporkan muncul di Kongo pada Mei.
WHO menyebut peluncuran itu sebagai langkah besar dalam perjuangan melawan penyakit Ebola varian Bundibugyo, yang kini menyebar dengan cepat melintasi batas wilayah. Menurut WHO, uji coba dilaksanakan dengan berpedoman pada ketelitian ilmiah, transparansi, prinsip etika, persetujuan berdasarkan informasi, serta pelibatan masyarakat.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam unggahan di akun X, menyatakan bahwa uji coba ini akan membantu memahami apakah kandidat vaksin yang dirancang untuk melawan virus Bundibugyo benar-benar efektif.
Menurut laporan yang sama, uji coba dikoordinasikan oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan didukung WHO, Kementerian Kesehatan Kongo, serta berbagai mitra lain. Pada Agustus, Kongo menerima 70.000 dosis vaksin Ervebo dari persediaan global untuk menangani wabah; vaksin itu sebelumnya telah disetujui untuk melawan Ebola varian Zaire.
Berdasarkan data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), kasus Ebola terkonfirmasi di Kongo sejak wabah dimulai telah melampaui 9.700 kasus, dengan angka kematian lebih dari 4.690 jiwa. Penyakit itu telah menjangkiti delapan provinsi: Haut-Uele, Ituri, North Kivu, South Kivu, Bas-Uele, Tshopo, South Ubangi, dan North Ubangi.
Para pejabat kesehatan menyatakan bahwa penyebaran penyakit ke negara lain di kawasan itu semakin mempersulit upaya pengendalian wabah. Kenya melaporkan sembilan kasus terkonfirmasi, termasuk dua kematian, sedangkan Nigeria mengonfirmasi kasus pertamanya pada awal pekan ini yang diyakini berasal dari Kongo.