
Dua Tunggal Putri Indonesia Terhenti di Semifinal
12 menit yang lalu
Pentagon merilis seri ketujuh dokumen UFO yang telah dideklasifikasi dan dapat diakses publik secara daring.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), yang juga disebut Departemen Perang atau Pentagon, merilis seri dokumen ketujuh berisi catatan, gambar, dan video tentang benda terbang tak dikenal (UFO) pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat.
Dokumen yang sudah dideklasifikasi atau dibuka itu dapat diakses publik melalui laman WAR.GOV/UFO.
Asisten Menteri Perang AS untuk Urusan Publik yang juga Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa rilis tersebut merupakan yang ketujuh dari berkas fenomena anomali tak dikenal (UAP) yang telah dideklasifikasi dan bersifat historis. Berkas itu dirilis sebagai bagian dari Sistem Pembukaan Segel dan Pelaporan Presiden untuk Pertemuan UAP (PURSUE), seperti tertulis dalam siaran pers di situs resmi Pentagon.
Menurut Parnell, koleksi tersebut terus disimpan di laman itu dan Departemen Perang akan merilis berkas tambahan secara bertahap.
Menurut laporan yang sama, berkas dalam rilis ketujuh itu antara lain memuat laporan tentang objek segitiga hitam misterius yang terlihat oleh tiga agen federal di dekat fasilitas aman AS. Salah satu berkas menyebutkan para agen itu melaporkan objek tersebut bergerak sangat cepat dan jejak panasnya tidak dapat dideteksi peralatan termal mereka.
Rilis ini juga mencakup laporan yang telah dideklasifikasi tentang dugaan aktivitas paranormal di Skinwalker Ranch, Utah. Selain itu, ada catatan historis penampakan UFO pada kurun 1940-1950-an serta dokumen yang merinci koordinasi NASA dan Pentagon dalam menangani dugaan fragmen kendaraan luar angkasa.
Pengungkapan terbaru ini menyusul enam rilis sebelumnya, yang dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif awal tahun ini. Perintah itu mengarahkan pemerintah untuk menyediakan catatan mengenai UFO kepada publik.
Pemerintahan Trump pertama kali merilis sejumlah berkas dan video tentang UAP dan UFO pada 8 Mei 2026 sebagai bagian dari program PURSUE. Sejak saat itu, pemerintahan Trump secara berkala merilis dokumen yang disebut belum pernah dilihat sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan transparansi pengetahuan pemerintah tentang fenomena ekstraterestrial.
Menurut pernyataan resmi Gedung Putih yang dikutip Fox News saat rilis pertama, video, foto, dan dokumen sumber asli terbaru tentang UAP dari seluruh pemerintahan AS tersedia di satu tempat tanpa perlu izin. Pernyataan itu juga menyalahkan pemerintahan Presiden Joe Biden yang dinilai berupaya mendiskreditkan fenomena tersebut atau mencegah warga AS mengetahuinya.