
Dua Tunggal Putri Indonesia Terhenti di Semifinal
15 menit yang lalu
Koleksi batuan metamorf di Kebumen merekam kondisi dan proses subduksi purba.
Terbit · 1 min read

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Isyqi, menjelaskan koleksi batuan metamorf di Karangsambung menyimpan bukti proses geologi purba. Menurut laporan CNBC Indonesia, penjelasan itu disampaikan dalam Webinar Koleksi Ilmiah TakSon Series 23.
Webinar bertema koleksi batuan metamorf tersebut berlangsung Senin (19/10/2026). Koleksi ilmiah yang dikelola Kawasan Konservasi Ilmiah Geodiversitas BRIN berpusat di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah.
Laporan yang sama menyebutkan kawasan itu menyimpan 852 koleksi geomaterial: 231 batuan beku, 328 batuan sedimen, 172 batuan metamorf, dan 121 mineral. Isyqi mengatakan batuan dan mineral merekam proses serta perubahan Bumi.
Batuan metamorf berasal dari batuan beku, sedimen, atau batuan metamorf lebih tua yang berubah komposisi mineral, tekstur, dan strukturnya akibat metamorfisme. Menurut Isyqi, proses itu dapat dipicu oleh perubahan temperatur dan tekanan serta keberadaan fluida seperti air dan karbon dioksida.
Batuan metamorf dapat terbentuk di berbagai lingkungan geologi, antara lain zona subduksi, tumbukan antarbenua, sekitar intrusi magma, dan punggungan tengah samudra. Gelombang kejut akibat jatuhnya meteorit juga dapat membentuknya.
Riset yang dipaparkan Isyqi berfokus pada bukti geologi di Kompleks Melange Luk Ulo, Kebumen. Menurut laporan yang sama, kompleks itu merekam subduksi purba pada Masa Kapur, sebelum 70 juta tahun lalu.
Sampel filit grafit dan sekis mika digunakan untuk merekonstruksi kondisi suhu dan tekanan purba melalui analisis geokimia. Analisis filit grafit menunjukkan tekanan 4–6 kilobar dan temperatur 340–380 derajat Celsius, kondisi yang masuk kelompok fasies sekis hijau.
Studi sekis mika menunjukkan tekanan pembentukan 15–16 kilobar dan temperatur 350–380 derajat Celsius, yang menurut laporan tersebut berkaitan dengan lingkungan subduksi purba. Isyqi berharap batuan metamorf dipahami sebagai arsip sejarah alam yang merekam perjalanan lempeng dan evolusi tektonik Nusantara.