
PLN Buka Pengambilan Paket Electric Run
15 menit yang lalu
Yuni menyebut persaingan U13 merata karena kategori itu berfokus pada pembibitan pemain.
Terbit · 1 min read

Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026 Yuni Kartika menilai persaingan kelompok umur 13 tahun (U13) pada turnamen tersebut sangat merata. Menurut laporan ANTARA, Yuni menyampaikan penilaian itu setelah semifinal di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/11/2026).
Turnamen yang berlangsung pekan itu diikuti 707 pebulu tangkis muda dari delapan negara. Peserta bertanding dalam kategori beregu putra dan putri U13, U15, U17, serta U19.
Yuni mengatakan kategori U13 berorientasi pada pembibitan pemain, berbeda dari kelompok usia yang lebih tinggi. Ia menilai kondisi tersebut membuat persaingan di kategori itu lebih merata.
"Karena memang mungkin klub besar tuh jarang ada di situ ya. Memang dia versi grassroot, versi pembibitan. Jadi itu merata, itu sudah sangat bagus," kata Yuni setelah semifinal pada Sabtu (7/11/2026).
Untuk kategori U15, Yuni menilai keikutsertaan klub luar negeri memberi pengalaman tambahan bagi pemain Indonesia. Kategori tersebut diikuti peserta dari luar negeri.
Yuni juga menilai persaingan U17 berjalan cukup baik, terutama karena hadirnya klub asing yang berkualitas kuat. "Kalau U17, sejauh ini cukup baik, artinya selama ada klub asing yang kuat, kita akan bersaing lebih baik, kita akan menimba pengalamannya jauh lebih banyak," ucapnya.
Pada U19, persaingan cenderung didominasi klub besar karena sejumlah pemain telah berpengalaman dalam Kejuaraan Dunia (WJC). Namun, klub asal Chinese Taipei melaju ke final U19 putri, sedangkan klub Malaysia mencapai final putri U15.
Yuni menyambut hasil tersebut karena dapat membuat persaingan lebih tajam. Ia berharap penyelenggara dapat mengundang klub dengan kualitas lebih tinggi pada turnamen tahun depan.