
Pramono Targetkan JLNT PJB-Muara Karang Rampung
16 menit yang lalu
Aksi pelajar di Paris beriringan dengan mogok pekerja yang menuntut kenaikan upah dan perlindungan kerja.
Terbit · 1 min read

Pelajar di Paris kembali berunjuk rasa menentang pemerintahan dalam aksi mogok nasional pada Jumat (6/11/2026). Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, para pelajar mendorong tempat sampah dan memukulkan tutup tempat sampah ke arah polisi.
Para pelajar berpawai melintasi ibu kota Prancis dan melemparkan benda ke arah petugas. Laporan tersebut menyebut polisi menggunakan kekerasan untuk memukul mundur demonstran dan membubarkan massa.
Aksi mogok itu semula diserukan lima serikat pekerja, yakni CGT, CFDT, FO, FSU, dan UNSA. Mereka menuntut kenaikan upah dan pensiun, perlindungan kerja, serta investasi lebih besar untuk layanan publik; serikat pekerja lain kemudian ikut bergabung.
Pelajar sekolah menengah dan mahasiswa juga menuntut kondisi belajar yang lebih baik, penambahan guru, dan pendanaan pendidikan yang lebih besar. Tuntutan itu membuat aksi pelajar berlangsung beriringan dengan kampanye pekerja mengenai upah dan biaya hidup.
Ratusan pelajar berkumpul di kawasan Latin Quarter. Kementerian Pendidikan Tinggi Prancis melaporkan gangguan di 51 dari 184 institusi pendidikan tinggi pada hari yang sama.
Organisasi pelajar mengeklaim lebih dari 50 kampus universitas telah diblokade. Angka tersebut merupakan klaim organisasi pelajar, sedangkan laporan kementerian menyebut jumlah institusi yang mengalami gangguan.
Ketegangan di Paris juga muncul setelah pembatasan terhadap aksi pawai pelajar lain pada Selasa. Kelompok Interfac Ile de France mengusulkan rute dari Panthéon ke kantor pusat Medef, organisasi pengusaha utama Prancis, tetapi polisi menolak rute itu dan menawarkan jalur alternatif di pinggiran ibu kota.