
BPOM Terbitkan 144.863 NIE Pangan Olahan
9 menit yang lalu
Tekanan ban, busi, oli, hingga gaya berkendara dapat membuat konsumsi bensin sepeda motor meningkat.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, konsumsi bensin sepeda motor yang tiba-tiba meningkat dapat memperbesar biaya perjalanan sehari-hari, meskipun jarak tempuh dan rute tidak banyak berubah. Laporan itu menyebut motor yang terasa lebih boros tidak selalu mengalami kerusakan mesin.
Menurut para ahli di pabrikan kendaraan bermotor yang dikutip dalam laporan tersebut, tiga penyebab pertama adalah tekanan angin ban yang kurang, filter udara yang kotor, serta busi aus atau sistem pengapian yang bermasalah. Tekanan ban rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan lebih banyak tenaga, sedangkan filter yang terlalu kotor menghambat aliran udara dan memengaruhi pembakaran.
Penyebab berikutnya adalah oli mesin yang terlambat diganti serta gangguan pada injektor atau sistem bahan bakar. Menurut laporan yang sama, motor yang boros tidak selalu berarti injektornya kotor karena gangguan serupa bisa berasal dari komponen lain, sehingga pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Faktor lain berkaitan dengan kebiasaan dan kondisi berkendara, yakni gaya berkendara yang terlalu agresif, kemacetan, dan beban bawaan yang terlalu berat. Akselerasi berulang disusul pengereman keras meningkatkan konsumsi bahan bakar, sedangkan dalam kemacetan mesin terus bekerja meski jarak yang ditempuh relatif pendek.
Penyebab kesembilan adalah rantai yang terlalu kencang atau sistem penggerak yang bermasalah. Pada motor berkopling manual, kopling yang selip dapat membuat putaran mesin naik tanpa diikuti pertambahan kecepatan yang sebanding.
Untuk mengatasinya, laporan itu menyarankan pemilik motor memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan melakukan servis berkala pada filter udara, busi, serta oli mesin. Pemilik juga diminta memakai bahan bakar sesuai buku manual, karena oktan yang lebih tinggi dari kebutuhan mesin tidak otomatis membuat konsumsi lebih hemat.
Pemilik motor dianjurkan mencatat konsumsi bensin dengan metode tangki penuh, yaitu mencatat odometer dan jarak tempuh hingga pengisian berikutnya. Sebagai contoh, motor yang menempuh 200 kilometer dengan 5 liter bensin memiliki efisiensi sekitar 40 kilometer per liter, dan hasilnya sebaiknya dibandingkan dalam beberapa pengisian.
Motor perlu diperiksa jika konsumsi bensin meningkat konsisten meski cara berkendara dan rute tidak banyak berubah, mesin sulit dinyalakan, tarikan terasa berat, putaran mesin tidak stabil, atau lampu indikator gangguan menyala. Kebocoran bahan bakar harus segera ditangani karena berisiko menimbulkan kebakaran, dan laporan itu mengingatkan agar komponen tidak langsung diganti hanya berdasarkan dugaan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.