
Bantul Dorong Wisata Berbasis Masyarakat
12 menit yang lalu
Ace menilai pers berperan menjaga kualitas informasi, persatuan, dan demokrasi menuju Indonesia Emas 2045.
Terbit · 2 min read

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB. Ace Hasan Syadzily mengajak insan pers membangun jurnalisme kebangsaan untuk mengawal Indonesia Emas 2045. Menurut laporan CNN Indonesia, ajakan itu disampaikan dalam pidato kunci pada Rapat Kerja Nasional Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) 2026.
Ace menyampaikan pidato bertema “Peran Pers Mengawal Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” di Hotel Luminor, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026). Ia menyebut peran pers dapat dilihat melalui sudut pandang geopolitik, ketahanan nasional, dan Wawasan Nusantara.
“Saya mengajak seluruh insan pers untuk membangun jurnalisme kebangsaan. Jurnalisme yang kritis karena cinta pada bangsa, independen karena bertanggung jawab kepada publik, berani karena berpijak pada fakta, dan profesional karena tunduk pada etika,” kata Ace.
Dalam sudut pandang geopolitik, menurut laporan yang sama, pers berperan di tengah persaingan pengaruh di ruang informasi. Sementara itu, informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya dinilai penting bagi ketahanan nasional.
Ace juga mendorong wartawan memandang Indonesia sebagai satu kesatuan dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Ia meminta pers berpegang pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ace menilai pers perlu menjaga kualitas informasi, memperkuat persatuan, mengawal demokrasi, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. “Poin utamanya adalah bagaimana pers menjadi kekuatan strategis yang menjaga kualitas informasi, memperkuat persatuan, mengawal demokrasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memastikan bahwa transformasi nasional berlangsung dengan tetap berakar pada kepentingan nasional,” papar Ace.
Ia mengatakan jurnalisme kebangsaan dapat mengkritik kebijakan tanpa merusak persatuan dan mengungkap penyimpangan tanpa menghakimi tanpa dasar. Pers, menurut Ace, juga perlu menyampaikan perbedaan tanpa memperbesar permusuhan atau menjadikan konflik sebagai komoditas.
Ace menekankan pentingnya nalar kritis dan independensi media di tengah perubahan lingkungan strategis dan perkembangan media digital. Ia mengutip Yochai Benkler, Robert Faris, dan Hal Roberts mengenai potensi lingkungan komunikasi digital melahirkan propaganda, disinformasi, dan polarisasi, serta mengingatkan wartawan untuk menelusuri asal-usul dan penyebaran informasi.