
Bulu Kucing Bukan Penyebab Langsung Alergi
15 menit yang lalu
Hunian hotel dan penginapan di Banyuwangi meningkat saat Gandrung Sewu 2026, sementara bupati berharap dampak ekonomi meluas.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, tingkat hunian sejumlah penginapan di Kabupaten Banyuwangi meningkat seiring penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 pada Sabtu (24/10/2026). Pertunjukan kolosal itu melibatkan sekitar 1.300 penari.
Untuk pertama kalinya, Gandrung Sewu digelar pada malam hari dengan konsep 'Glow in The Dark' di Pantai Marina Boom Banyuwangi. Mengusung tema 'Kembang Dermo', pertunjukan itu memadukan tari kolosal dengan permainan cahaya, kostum bercahaya, pertunjukan drone, dan kembang api.
Menurut laporan yang sama, El Hotel Banyuwangi mencatat kamar terisi penuh pada 24 Oktober 2026. Peningkatan pemesanan di hotel tersebut sudah terlihat sejak 21 Oktober 2026, dengan tamu yang antara lain datang dari Jakarta, Bali, dan Surabaya.
Kondisi serupa terjadi di Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, yang mencatat seluruh kamar terisi hingga Minggu (25/10/2026). Tingkat hunian Villa Solong mencapai 91 persen pada Jumat (23/10/2026) pagi dan diperkirakan masih meningkat.
Wisatawan mancanegara juga tercatat menginap di homestay, salah satunya Didu's Homestay. Di sisi transportasi, Bandara Banyuwangi melayani 1.142 penumpang melalui sembilan penerbangan selama periode 21-23 Oktober 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap Gandrung Sewu 2026 memberi dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, tidak sekadar menjadi pertunjukan seni. Ia menyebut pelaku UMKM, pedagang kecil, dan sektor perhotelan diharapkan ikut merasakan manfaatnya.
"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak bagi semua sektor. Bukan hanya pertunjukannya yang dinikmati, tetapi juga masyarakat, pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga sektor akomodasi bisa ikut merasakan manfaatnya," kata Ipuk pada Sabtu (24/10/2026).
Ipuk juga mengaku bersyukur pelaksanaan Gandrung Sewu dengan konsep baru tahun ini berjalan lancar. Ia berharap inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan budaya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi.
Menurut Ipuk, masukan masyarakat tetap diperlukan untuk menyempurnakan penyelenggaraan Gandrung Sewu berikutnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak yang terlibat, termasuk Pelindo, InJourney, para pelatih, dan penari.