
Sinopsis Civil War, Tayang di Trans TV
11 menit yang lalu
AHY menilai pembangunan infrastruktur perlu mengutamakan fondasi, keselamatan, dan manfaat bagi masyarakat.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan infrastruktur tangguh harus dibangun di atas fondasi yang kuat. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
AHY mengatakan fondasi pembangunan bangsa tidak hanya berupa infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pengetahuan, integritas, kebijakan yang tepat, dan kepercayaan publik.
“Kita membutuhkan ambisi, tetapi juga tanggung jawab. Kita membutuhkan kecepatan, tetapi tidak boleh mengorbankan keselamatan. Kita membutuhkan investasi, tetapi yang paling utama adalah infrastruktur yang melayani masyarakat,” ujar AHY.
Ia menyebut infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan tidak cukup mengejar percepatan pekerjaan fisik, tetapi juga perlu memperhitungkan kekuatan fondasi dan ketahanan terhadap risiko mendatang.
AHY mengatakan mutu infrastruktur turut ditentukan kondisi tanah dan kekuatan fondasi. Jembatan, gedung bertingkat, dan bendungan memerlukan perencanaan fondasi yang baik agar memiliki tingkat keamanan memadai.
Karena itu, ia menilai ahli geoteknik berperan penting untuk memastikan pembangunan berdiri di atas landasan teknis yang kuat. Menurut laporan yang sama, AHY juga menyoroti tantangan menuju 2045, antara lain ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, perubahan iklim, disrupsi teknologi, dan kesenjangan antarwilayah.
AHY mengatakan infrastruktur dapat menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, petani dengan pasar, serta membuka akses pendidikan dan layanan kesehatan. Ia mengingatkan bahwa ambisi pembangunan tidak semestinya hanya dinilai dari jumlah infrastruktur yang dibangun.
Pemerintah, menurut AHY, mendorong penyelarasan kebijakan dan investasi lintas sektor, termasuk pekerjaan umum, transportasi, perumahan, pertanahan, tata ruang, dan pembangunan kewilayahan. Dengan fondasi yang semakin kuat, infrastruktur yang lebih aman, dan kolaborasi para pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih tangguh menuju 2045.