
Shin Tae-yong Soroti Pembinaan Pemain Usia Dini
11 menit yang lalu
Unjuk rasa terkait biaya hidup dan belanja militer terjadi di beberapa kota Italia.
Terbit · 1 min read

Aksi protes terkait kenaikan biaya hidup, ekspansi militer, dan peningkatan belanja persenjataan berlangsung di sejumlah kota di Italia pada Sabtu (24/10/2026), menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua.
Bentrokan antara demonstran dan polisi dilaporkan terjadi di Bologna, Roma, dan Turin. Laporan tersebut mengutip sejumlah media Italia, termasuk Corriere della Sera dan kantor berita ANSA.
Di Bologna, bentrokan pecah pada Sabtu malam waktu setempat, menurut Corriere della Sera. Layanan medis darurat menerima 17 panggilan permintaan bantuan dan enam orang dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
Di Roma, demonstrasi antiperang dimulai dari Piazza della Repubblica pada Sabtu sore, menurut ANSA. Bentrokan terjadi di pusat kota pada malam hari dan polisi menggunakan meriam air serta gas air mata untuk membubarkan massa.
Di Turin, demonstran yang terutama memprotes kenaikan belanja militer dan harga bahan bakar bentrok dengan polisi pada Sabtu malam. Sejumlah demonstran melemparkan kembang api dan botol ke arah petugas, yang membalas dengan gas air mata.
Menyusul kerusuhan dan penjarahan dalam demonstrasi pada akhir pekan sebelumnya, terutama di Milan, Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi memerintahkan penambahan personel polisi di berbagai wilayah. Pengerahan tambahan itu terutama difokuskan pada kota-kota besar yang diperkirakan menjadi lokasi unjuk rasa terbesar.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam kekerasan melalui unggahan media sosial pada Sabtu malam. Ia menyatakan keselamatan demonstran damai, pekerja, dan warga yang menjalani kehidupan sehari-hari perlu dijamin, serta menolak kekerasan dan konfrontasi.