
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Jakarta
13 menit yang lalu
PSC meminta pemerintah Inggris menepati janji untuk melarang promosi terkait permukiman ilegal.
Terbit · 1 min read

Sejumlah aktivis memprotes promosi wisata Israel di pameran World Travel Market (WTM) di London, Inggris. Menurut laporan ANTARA, aksi yang diinisiasi Palestine Solidarity Campaign (PSC) itu berlangsung di depan paviliun Israel.
Aksi digelar pada Selasa (3/11/2026). PSC mempersoalkan promosi wisata di wilayah Palestina yang diduduki Israel dan menyebut permukiman di sana ilegal.
PSC menyatakan promosi tersebut bertentangan dengan komitmen pemerintah Inggris. Organisasi itu meminta Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menepati janji untuk melarang iklan terkait permukiman tersebut.
Dalam pernyataan di X, PSC menulis, “Kami baru saja mengonfirmasi bahwa stan Israel di World Travel Market London mengiklankan pariwisata di wilayah Palestina yang mereka duduki dan berstatus ilegal,” menurut laporan ANTARA.
PSC juga menulis, “Menlu Inggris Ed Miliband berjanji akan melarang iklan semacam ini. Apakah sekarang ia akan menepati kata-katanya?”
Pada September 2026, Miliband mengumumkan langkah untuk membatasi hubungan ekonomi Inggris dengan permukiman ilegal. Ia mengatakan Inggris akan melarang impor barang dari kawasan itu serta memutus jalur pasokan pendanaan, konstruksi, dan jasa asal Inggris.
Miliband menyatakan pemerintah ingin mengambil tindakan lebih tegas daripada kecaman diplomatik. Ia juga mengatakan Partai Buruh memperbarui pendekatan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham dan berjanji menindak pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam pernyataan yang dikutip ANTARA, Miliband mengatakan, “Kami mengecam pembersihan etnis oleh pemukim teroris di Tepi Barat. Kami mengecam bukti-bukti kejahatan perang di Gaza. Kami menentang pendudukan ilegal Israel atas Palestina, dan kami membuktikan kata-kata kami dengan tindakan.”