
Bareskrim Ungkap TPPO Rekrutmen WNI untuk Perang
16 menit yang lalu
Prancis menyatakan akan hadir dalam perundingan Rusia-Ukraina di Abu Dhabi untuk mewakili Eropa.
Terbit · 1 min read

Prancis akan mewakili Eropa dalam perundingan Rusia dan Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyampaikan hal itu kepada radio RTL, menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP.
Perundingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/11/2026) dan Rabu (11/11/2026) di Abu Dhabi. Laporan CNN Indonesia terbit pada 8 November 2026, tetapi pihak-pihak yang akan berpartisipasi belum diumumkan kepada publik.
Barrot menyatakan perwakilan Eropa akan hadir. Menurut laporan yang sama, ia mengatakan Prancis akan memastikan suara Eropa terdengar dalam perundingan itu.
Pernyataan Barrot muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan perubahan kebijakan Washington yang lebih condong kepada Rusia. Laporan CNN Indonesia juga menyebut adanya prediksi tentang kesepakatan besar dengan Rusia yang tidak hanya menyangkut perang di Ukraina, tetapi juga Eropa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginginkan sekutu-sekutu Eropa dilibatkan dalam perundingan. Sementara itu, Rusia mengisyaratkan tidak ada ruang bagi perwakilan Eropa dalam agenda tersebut, menurut laporan yang sama.
Barrot mengatakan keterlibatan Eropa dalam pembicaraan sebelumnya tidak selalu sama, tetapi kali ini perwakilan Eropa akan ikut serta. Ia menegaskan Prancis akan hadir di Abu Dhabi.
Menjelang perundingan, pejabat Amerika Serikat, Eropa, Ukraina, dan NATO bertemu di Brussels pada Kamis (5/11/2026). Juru bicara NATO menyatakan mereka berupaya mendorong penyelesaian yang adil dan berkelanjutan bagi perang di Ukraina, menurut laporan CNN Indonesia.