
Veda Ega Rebut Posisi Keempat Moto3 Qatar
23 menit yang lalu
Fasilitas di Ban Keun disebut untuk melatih pilot Laos, tetapi juga dinilai memiliki arti strategis bagi kawasan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, China dan Laos meresmikan Pusat Dukungan dan Pelatihan Gabungan China-Laos serta Akademi Penerbangan Persahabatan China-Laos di Bandara Ban Keun pada September 2026. China menyatakan fasilitas itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas Angkatan Udara Laos.
Fasilitas tersebut berada di Ban Keun, sekitar 50 kilometer di utara Vientiane. Menurut laporan itu, landasan pacunya memiliki panjang operasional sekitar 2.000 meter dan fasilitas tersebut mencakup pesawat latih serta pesawat serang ringan K-8 buatan China.
Kementerian Pertahanan Nasional China menyebut fasilitas itu akan membantu melatih pilot militer Laos dan meningkatkan kerja sama militer praktis. Pengamat geopolitik Sun Lee menilai posisi Laos di pusat daratan Asia Tenggara membuat negara itu strategis bagi hubungan militer dan jaringan logistik.
Laporan CNN Indonesia menyebut citra satelit yang ditinjau sejumlah media internasional memperlihatkan landasan beraspal, jalur taksi, apron pesawat, serta fasilitas penerbangan modern di lokasi tersebut. Pengamat keamanan regional Zachary Abuza mengatakan infrastruktur militer modern di Laos dapat memberi China pilihan strategis jangka panjang, meski Beijing menyebut fasilitas itu bersifat defensif dan non-intrusif.
Lee mengaitkan perkembangan tersebut dengan hubungan ekonomi China-Laos, termasuk jalur kereta api kedua negara dan inisiatif Sabuk dan Jalan. Ia menilai kerja sama keamanan memperluas hubungan yang sebelumnya juga mencakup infrastruktur, transportasi, dan energi.
Menurut Lee, tekanan keuangan Laos dan ketergantungannya pada investasi asing turut membentuk konteks hubungan tersebut. China disebut sebagai mitra ekonomi dan kreditor terbesar Laos, sementara Vietnam dan Thailand memantau perkembangan fasilitas itu.
Lee mengatakan Vietnam secara historis memandang Laos sebagai wilayah belakang strategis. Kehadiran fasilitas penerbangan militer yang didukung China di sebelah barat Vietnam, menurutnya, dapat dipandang sebagai perubahan dalam keseimbangan regional.
Laporan itu juga mencatat sejumlah analis menilai fasilitas Ban Keun belum memiliki skala dan infrastruktur pangkalan tempur luar negeri besar, serta saat ini lebih berfokus pada pelatihan dan logistik. Tujuan jangka panjang fasilitas tersebut belum dipastikan.