
Eisenkot Upayakan Pemerintahan Baru Israel
18 menit yang lalu
Demonstrasi di 34 kota menyoroti pendidikan dan biaya hidup; aksi di Frankfurt disertai penjarahan dan bentrokan.
Terbit · 1 min read

Puluhan ribu anak muda menggelar demonstrasi di sejumlah kota di Jerman untuk menuntut perbaikan pendidikan dan penurunan biaya hidup. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, aksi di Frankfurt pada Sabtu (31/10/2026) malam waktu setempat berujung pada penjarahan dan bentrokan.
Demonstrasi berlangsung di 34 kota, termasuk Berlin, Frankfurt, dan Munich. Aksi tersebut diinisiasi kelompok kampanye Gen Z regelt, sedangkan di Frankfurt sedikitnya dua toko dilaporkan dijarah dan sejumlah tempat usaha mengalami kerusakan.
Kelompok itu menolak wajib militer dan mendesak pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan. Tuntutan tersebut disampaikan di tengah tekanan biaya hidup yang dirasakan anak muda Jerman.
Kepolisian Frankfurt menyatakan melalui akun X bahwa gangguan keamanan masih berlangsung, sejumlah jendela toko pecah, dan bom molotov dilemparkan ke arah petugas layanan darurat. Polisi meminta warga menghindari pusat kota atau meninggalkan kawasan tersebut.
Data resmi pada Sabtu (31/10/2026) sore menunjukkan jumlah peserta di Frankfurt, Munich, dan Berlin tercatat hingga 18.000 orang. Angka itu sekitar separuh dari 36.000 peserta yang tercantum di situs penyelenggara, sementara perkiraan awal penyelenggara mencapai 182.000 orang.
Pemerintah Jerman menyebut sebagian besar demonstrasi pada Sabtu (31/10/2026) berlangsung damai, tetapi memperingatkan adanya upaya kelompok ekstremis memanfaatkan gerakan tersebut. Di Hamburg, sejumlah barikade dilaporkan dibakar.
Juru bicara Gen Z regelt, Lina Friedrich, mengatakan dalam aksi di Berlin bahwa demonstran memperjuangkan perdamaian dan kebebasan serta menolak wajib militer. Ia menyebut tuntutan mereka mencakup dukungan lebih baik bagi layanan kesehatan dan pendidikan serta pembagian beban yang lebih adil.
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Roman Poseck, memperingatkan agar demonstrasi tidak berkembang seperti kerusuhan di Prancis. Sementara itu, laporan yang sama menyebut organisasi payung siswa nasional Jerman, BSK, mengambil jarak dari inisiatif tersebut dan berencana menggelar demonstrasi terpisah pada Jumat (20/11/2026).