
Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspadai Penipuan BSU
10 menit yang lalu
Dino Patti Djalal menyebut kabar kunjungannya ke rumah Dubes Singapura fiktif dan mengaku saat itu berada di Perth.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal membantah isu bahwa ia mendatangi rumah Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Jakarta pada Minggu (18/10/2026). Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu menyebut kabar tersebut fiktif.
Bantahan itu disampaikan Dino dalam video yang diunggah di akun Instagram @dinopattidjalal pada Minggu (25/10/2026). Ia mengatakan ada unggahan Instagram yang menyebut ia mendatangi rumah dubes pada malam hari dan didampingi Saiful Mujani. Menurut Dino, unggahan itu beredar setelah ia memberikan pernyataan tentang hubungan Indonesia-Singapura, dan ia menyebut isinya 100 persen fiktif.
Dino menjelaskan, pada hari yang disebut dalam kabar itu ia sedang berada di Perth, Australia. Di sana ia berbicara dalam sesi perubahan iklim yang diadakan NSM Global Citizen, lalu baru kembali ke Indonesia pada Selasa (20/10/2026) malam.
Dino mengaku mengenal baik Kwok, yang menurutnya bertugas di Indonesia sejak 2022, tetapi belum sempat berkunjung ke rumahnya di Jakarta. Ia berencana menelepon Kwok untuk mengundangnya ke AKC Library Cafe miliknya di Kemang dan menyantap dendeng balado masakan ibunya. Dino juga mengatakan belum pernah bertemu Saiful Mujani dan hanya mengenalnya sebagai tokoh survei di Indonesia.
Dino menilai kabar fiktif tentang dirinya mencerminkan modus operandi baru yang dikemas seolah-olah unggahan organik. Ia menyebut hal itu patut diwaspadai masyarakat sipil karena merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berbicara. Menurut Dino, kabar semacam itu dibuat oleh tim yang tidak diketahui identitasnya, yang ia sebut "tim siluman", lewat berbagai akun, dan ia menilai aksi tersebut terkoordinasi serta ada pihak yang mendukungnya.
Dino mengatakan akan membawa persoalan ini kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yang menurutnya paham karena pernah berprofesi sebagai wartawan. Ia juga membantah kesan bahwa dirinya tidak nasionalis, dengan menyebut telah mengabdi kepada Indonesia selama 28 tahun. Menurutnya, ia menerima dua Bintang Mahaputra, salah satunya dari Presiden Prabowo, dan satu bintang jasa utama.
Menurut laporan yang sama, sebelumnya Dino mengomentari hubungan Indonesia-Singapura lewat akun Instagram pribadinya pada Kamis (22/10/2026). Ia menilai anggapan bahwa Singapura berkonspirasi menjatuhkan pasar modal Indonesia, menyabotase MSCI, atau mengambil alih aset melalui jual murah saham tidak masuk akal. Ia menyebut hubungan kedua negara telah lama dibangun lewat kerja sama ekonomi, investasi, pendidikan, dan penanganan berbagai krisis.
Dino juga mengatakan Singapura berkepentingan terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, dan ia mengingatkan agar hubungan kedua negara tidak dibangun atas dasar kecurigaan tanpa bukti. Ia menyatakan, "Hukumnya tabu dan haram bagi elit politik Singapura untuk berkonspirasi mencelakai Indonesia. Sebagaimana juga tabu dan haram bagi Indonesia untuk mencelakai Singapura."