
Abdullah Minta OJK Perkuat Pengawasan Investasi
9 menit yang lalu
Hasil pemilu belum menghasilkan mayoritas, sehingga empat skenario pembentukan pemerintahan mengemuka.
Terbit · 2 min read

Hasil akhir pemilu Israel menunjukkan tidak ada blok yang meraih mayoritas, menurut laporan CNN Indonesia. Situasi itu membuka kemungkinan perundingan koalisi atau pemungutan suara ulang.
Penghitungan suara telah selesai, tetapi bahan tidak menyebut tanggal pemilu. Parlemen Israel memiliki 120 kursi, sementara ambang batas untuk membentuk pemerintahan adalah 61 kursi.
Laporan tersebut menyebut dua blok utama sama-sama gagal mencapai ambang 61 kursi. Blok yang dipimpin Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh 53 kursi suara, sedangkan blok Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot mendapat 48 kursi; gabungan partai Arab meraih 19 kursi.
Para pimpinan partai memiliki waktu 12 minggu untuk mencapai kesepakatan koalisi. Jika kesepakatan tidak tercapai, Israel akan kembali menggelar pemungutan suara, menurut laporan yang sama.
Skenario pertama adalah pemerintahan oposisi yang bergantung pada kerja sama Yahudi-Arab. Namun, mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan mantan Menteri Pertahanan Avigdor Liberman menolak pemerintahan yang bergantung pada dua partai Arab, Joint List dan Raam, baik sebagai bagian koalisi maupun pendukung dari luar.
Dalam sejarah Israel, hanya satu pemerintahan yang melibatkan partisipasi penuh partai Arab. Raam menjadi bagian dari koalisi delapan partai yang berhasil melengserkan Netanyahu pada 2021, tetapi koalisi itu runtuh setelah satu tahun berkuasa.
Skenario kedua adalah pemerintahan persatuan yang menggabungkan Likud, sebagian mitra koalisinya, dan setidaknya satu partai oposisi. Laporan itu menyebut Netanyahu diyakini bersedia melepas Menteri Pertahanan Ben Gvir dari kelompok sayap kanan ekstrem, tetapi tidak ingin melepas Menteri Keuangan Bezalel Smotrich maupun partai-partai ultra-Ortodoks.
Eisenkot menutup kemungkinan bergabung dengan pemerintahan Netanyahu karena tidak ingin dicap sebagai pengkhianat, sementara banyak warga Israel menginginkan Netanyahu lengser. Skenario ketiga adalah Netanyahu membujuk anggota partai oposisi atau legislator perorangan untuk membelot; delapan legislator perlu dibujuk. Eisenkot, Bennett, Liberman, dan Yair Golan menyatakan tidak bersedia duduk bersama Netanyahu. Jika upaya itu dan perundingan tidak menghasilkan terobosan, skenario keempat adalah menggelar pemilu kembali, menurut laporan tersebut.