
Polda Metro Jaya Amankan 16 Pemuda Cegah Tawuran
11 menit yang lalu
Usulan mencakup pengajuan warisan budaya bersama, nota kesepahaman, dan penguatan Rumah Budaya Indonesia.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan kerja sama kebudayaan dengan Suriname untuk mempererat hubungan kedua negara serta merawat akar sejarah dan identitas diaspora Indonesia.
Usulan itu disampaikan dalam dialog dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriname, Agus Priono. Keterangan mengenai dialog tersebut diterima di Jakarta pada Jumat (23/10/2026), tetapi laporan tidak menyebut tanggal dialog berlangsung.
Fadli mengusulkan pengajuan warisan dunia bersama melalui UNESCO, termasuk jaranan dan aksara Jawa. Ia juga mengusulkan nota kesepahaman kebudayaan sebagai landasan kerja sama pelestarian budaya kedua negara.
Menurut laporan yang sama, usulan lain mencakup pengaktifan Rumah Budaya Indonesia di Suriname dan pengajuan bersama Warisan Budaya Takbenda. Kerja sama itu dimaksudkan agar upaya pelindungan dan pemajuan kebudayaan memiliki landasan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Fadli menyebut hubungan sejarah kedua negara, termasuk catatan pengiriman buruh kontrak pribumi ke Suriname oleh pemerintah kolonial Belanda. Ia mengatakan budaya Indonesia di Suriname perlu terus dilestarikan dan mengaitkan upaya itu dengan amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mengembangkan budaya sesuai amanat konstitusi, yakni memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia, salah satunya melalui diplomasi budaya. Suriname merupakan negara dengan cukup banyak diaspora Indonesia sehingga ada potensi yang besar untuk mengembangkan budaya kita di Suriname,” kata Fadli, menurut laporan ANTARA.
Fadli juga mengusulkan apresiasi bagi tokoh yang mengenalkan budaya Indonesia di Suriname, termasuk Paul Somohardjo, serta warung-warung Jawa yang memperkenalkan kuliner Nusantara.
Agus menyambut baik komitmen diplomasi budaya tersebut. Ia menyebut diaspora Jawa di Suriname sekitar 17 persen dan mengatakan budaya Indonesia berkembang melalui wayang, jaran kepang, ludruk, serta kuliner seperti pecel dan nasi rames.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.