
AS Pilih Polandia Jadi Lokasi Perawatan Rudal Patriot
14 menit yang lalu
Penyelenggara menyebut lebih dari 140.000 pelajar dan kaum muda mendaftar untuk aksi di 23 kota.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, penyelenggara menyebut lebih dari 140.000 pelajar dan kaum muda telah mendaftar secara daring untuk mengikuti demonstrasi serentak di 23 kota di Jerman. Aksi yang digagas inisiatif Gen Z itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026).
Kelompok bernama “Gen Z steht auf” akan menggelar acara utama di Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne, serta aksi lokal di 18 kota lainnya, menurut situs kelompok tersebut.
Penyelenggara menyebut pendaftar terbanyak berada di Cologne, dengan lebih dari 12.000 orang. Frankfurt mencatat hampir 11.000 pendaftar, Hamburg dan Berlin masing-masing lebih dari 8.000, sedangkan Munich hampir 7.000.
Demonstrasi dijadwalkan dimulai pukul 14.00 waktu setempat atau 20.00 WIB dengan slogan “Masa depan kita ada di tangan kita.” Aksi tersebut akan menyoroti pemangkasan anggaran pendidikan dan sosial, kenaikan biaya hidup, serta rencana pemerintah mengenai wajib militer.
Dalam pernyataan sikapnya, inisiatif itu menyerukan investasi pada pendidikan, jaminan sosial, layanan kesehatan, dan kehidupan yang terjangkau. Mereka menolak penghematan yang, menurut kelompok tersebut, merugikan generasi muda.
“Kami adalah kaum muda yang tidak ingin lagi hanya menonton saat keputusan mengenai masa depan kami diambil tanpa melibatkan suara kami. 31 Oktober hanyalah permulaan,” kata pihak penyelenggara. Salah satu penggagas kelompok, Akram Selo, menegaskan demonstrasi akan berlangsung damai. Ia menyatakan kepada media bahwa kelompoknya menjauhkan diri dari segala bentuk kekerasan.
Tabloid Bild, dengan mengutip sumber keamanan, melaporkan kepolisian di seluruh Jerman menerima perintah pengerahan personel dan menetapkan lokasi khusus untuk 31 Oktober 2026. Menurut laporan tersebut, aparat disiagakan di titik yang dinilai rentan, kendaraan lapis baja dan mobil meriam air disiapkan di kota-kota besar, serta ratusan petugas akan dikerahkan.
Laporan Bild juga menyebut demonstrasi akan dipantau dari udara menggunakan helikopter dan, bila diperlukan, pesawat nirawak kepolisian. Aparat disebut berencana mencegat kelompok ekstremis yang berpotensi melakukan kekerasan di stasiun kereta dan memisahkan mereka dari peserta aksi lainnya.