
Kemenag Targetkan Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Kurikulum
15 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga menambah armada dan mengatur pasokan untuk menjaga layanan SPBU di sejumlah daerah.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina Patra Niaga mengintensifkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melalui percepatan distribusi, penambahan mobil tangki, serta penguatan operasional terminal. Menurut laporan CNBC Indonesia, upaya itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Pemantauan operasional pada Selasa (27/10/2026) menunjukkan antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah terkendali, sedangkan antrean di Lampung dan Gorontalo terus menurun. Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan perkembangan tersebut dalam siaran pers pada Rabu (28/10/2026).
Kitty mengatakan perusahaan memantau stok dan penyaluran secara berkala serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan lebih cepat. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga diperkuat, menurut laporan yang sama.
Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki melalui skema sewa khusus dengan kapasitas total 1.184 kiloliter. Sejumlah terminal dioperasikan selama 24 jam, sementara layanan 24 jam dioptimalkan di 17 SPBU.
Di Sulawesi Utara, perusahaan menambah 11 mobil tangki dengan kapasitas 200 kiloliter dan memperpanjang operasional Terminal Terpadu Bitung menjadi 24 jam. Di Lampung, penguatan distribusi mencakup penambahan 20 mobil tangki berkapasitas 320 kiloliter dan pengalihan pasokan 120 kiloliter dari Terminal Terpadu Palembang.
Secara nasional, perusahaan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang menjadi perhatian, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga bila diperlukan, serta menyesuaikan jadwal mobil tangki dengan kebutuhan wilayah. Pemantauan dilakukan sampai BBM diterima dan dibongkar di SPBU.
Kitty menyebut tantangan distribusi di tiap wilayah berbeda, termasuk kenaikan permintaan, jarak dan medan yang sulit, serta kendala akses kapal ke terminal tertentu. Perusahaan juga mengawasi distribusi dan pengaturan antrean serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Perusahaan menyatakan akan terus memantau pasokan dan kondisi SPBU serta menyesuaikan operasional dengan kebutuhan di lapangan.