
Dokter: Air Es Tak Langsung Sebabkan Batuk
16 menit yang lalu
Mahasiswa memprotes anggaran pendidikan, biaya hidup, dan rencana wajib militer.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, Generasi Z di Jerman bersiap menggelar demonstrasi nasional pada Sabtu (31/10/2026). Aksi itu digerakkan kelompok pemuda Gen Z regelt.
Demonstrasi direncanakan berlangsung di sejumlah wilayah Jerman, termasuk Berlin. Menjelang aksi, sejumlah toko di Berlin dan Frankfurt mulai mengamankan jendela serta bangunan mereka.
Para mahasiswa penyelenggara mengatakan pemerintahan Kanselir Friedrich Merz belum menanggapi kekhawatiran mereka. Mereka menilai pemerintah justru memangkas anggaran dan menambah beban masyarakat.
Aksi tersebut dipicu penolakan terhadap pemangkasan anggaran pendidikan, mahalnya biaya hidup, dan wacana pemberlakuan kembali wajib militer. Penyelenggara di Berlin, Lina Friedrich, menolak kemungkinan mahasiswa diwajibkan masuk militer setelah menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswa juga menuntut kenaikan anggaran pendidikan untuk memperbaiki fasilitas kampus dan kualitas pembelajaran. Sean Baker, mahasiswa Universitas Teknik Berlin, menyebut fasilitas dan kehidupan mahasiswa semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Baker dan kelompok kampanye Campus Sanieren berencana ikut dalam demonstrasi di Berlin. Mereka mendesak pemerintah menyediakan lebih banyak dana untuk merenovasi bangunan kampus dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Penyelenggara menyatakan aksi akan berlangsung damai, sementara polisi belum memiliki bukti yang menunjukkan sebaliknya, menurut laporan yang sama. Sejumlah toko mengamankan jendela dan bangunan untuk mengantisipasi kerusuhan; aksi mahasiswa di Prancis dan sejumlah wilayah Eropa lainnya sebelumnya diwarnai kekerasan dan perusakan properti.