
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Tak Berubah pada November
25 menit yang lalu
Eisenkot mendapat mandat setelah meraih rekomendasi terbanyak, tetapi harus menyusun koalisi yang mendapat kepercayaan parlemen.
Terbit · 2 min read

Presiden Israel Isaac Herzog menunjuk mantan Panglima Militer Gadi Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru setelah pemilihan umum tidak menghasilkan pemenang dengan mayoritas kursi. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Al Jazeera, keputusan itu membuka peluang berakhirnya pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Herzog menyampaikan keputusan tersebut kepada Eisenkot pada Sabtu (7/11/2026) malam. Penyerahan mandat secara resmi dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026), setelah pemilu Israel pada 27 Oktober 2026.
Penunjukan itu dilakukan setelah Herzog berkonsultasi dengan sejumlah partai politik. Sebanyak 67 anggota Knesset, termasuk anggota dari partai-partai yang dipimpin warga Arab, merekomendasikan Eisenkot; Netanyahu memperoleh dukungan 46 anggota parlemen.
Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, memiliki waktu 28 hari untuk membentuk koalisi dan dapat meminta perpanjangan 14 hari. Untuk memperoleh dukungan mayoritas di Knesset yang memiliki 120 kursi, ia perlu mengamankan sedikitnya 61 kursi.
Dalam pemilu, aliansi empat partai yang dipimpin Eisenkot meraih 48 kursi, sedangkan blok sayap kanan dan partai-partai keagamaan pendukung Netanyahu memperoleh 53 kursi. Partai-partai yang dipimpin warga Arab Israel meraih 19 kursi, jumlah tertinggi sepanjang sejarah menurut laporan yang sama.
Eisenkot sebelumnya menolak kemungkinan membentuk pemerintahan bersama partai-partai Arab. Namun, Ahmad Tibi, anggota senior Joint List yang menguasai 11 kursi parlemen, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa prioritas mereka adalah mengakhiri pemerintahan Netanyahu; ia memperkirakan Eisenkot dapat membentuk pemerintahan minoritas dengan dukungan eksternal partai-partai Arab.
Pilihan lain yang disebut dalam laporan adalah menggandeng dua partai Yahudi ultra-Ortodoks, United Torah Judaism dan Shas, atau membentuk pemerintahan minoritas yang harus memenangkan pemungutan suara kepercayaan. Jurnalis Al Jazeera Nour Odeh menilai tantangan Eisenkot adalah membangun pemerintahan yang memperoleh kepercayaan parlemen tanpa mengingkari terlalu banyak janji kampanye.
Penunjukan tersebut belum otomatis mengakhiri jabatan Netanyahu. Jika Eisenkot gagal, Herzog dapat memberi mandat kepada kandidat lain; bila upaya pembentukan pemerintahan tetap gagal, Israel harus menggelar pemilu dalam 90 hari dan Netanyahu tetap menjadi perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru terbentuk. Eisenkot pernah menjabat panglima militer pada 2015–2019 dan menjadi pengamat di kabinet perang Netanyahu selama delapan bulan pertama perang di Jalur Gaza, yang dimulai pada Oktober 2023.