
Shin Tae Yong Ungkap Taktik Persija di JIS
27 menit yang lalu
Houthi menyebut enam operasi menargetkan sejumlah lokasi di Arab Saudi dan Yaman; Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan itu.
Terbit · 1 min read

Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan enam operasi militer dengan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi dan Yaman, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Menurut laporan CNNIndonesia.com, juru bicara Houthi Yahya Saree menyampaikan klaim itu pada Sabtu (7/11/2026).
Sasaran yang disebut berada di Riyadh, Khurais, Dawadmi, dan Najran, serta wilayah Yaman utara. CNNIndonesia.com mengutip pernyataan Saree yang disampaikan melalui unggahan di platform X dan dikutip pada Minggu (8/11/2026).
Menurut Saree, sasaran di Riyadh mencakup Bandara Internasional King Khalid, tangki penyimpanan minyak, dan menara distilasi milik Saudi Aramco.
Ia mengatakan operasi kedua menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Khurais, wilayah timur Arab Saudi, sedangkan operasi ketiga menyasar stasiun pompa di Dawadmi.
Operasi lainnya, menurut Saree, menyasar pasukan Arab Saudi di kamp Garda Nasional di Najran. Dua operasi disebut berlangsung di wilayah Yaman utara dan menargetkan pasukan pro-Arab Saudi yang dipimpin perwira militer Saudi.
Saree menyatakan Houthi akan melanjutkan operasi di wilayah Arab Saudi. Ia juga menyebut prinsip yang akan diterapkan sebagai blokade dibalas blokade dan eskalasi dibalas eskalasi.
Hingga laporan CNNIndonesia.com dikutip, Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim serangan terhadap bandara di Riyadh. Informasi mengenai sasaran lain dalam rangkaian operasi tersebut juga disampaikan sebagai klaim pihak Houthi.