
Film Musikal Batak Pulang Kampung Tayang 26 November
16 menit yang lalu
Pemerintah Inggris bersedia menyampaikan permohonan maaf resmi, tetapi menolak membayar ganti rugi.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Inggris bersedia menyampaikan permohonan maaf resmi atas keterlibatannya dalam perdagangan budak transatlantik, tetapi menolak membayar ganti rugi. Menurut laporan ANTARA, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan siniar BBC Newscast, Rabu (4/11/2026).
Miliband mengatakan pemerintah ingin menghadapi keterlibatan historis Inggris dalam perbudakan tanpa membebankan biaya tambahan kepada pembayar pajak. Laporan tersebut menyebut Perdana Menteri Inggris Andy Burnham sebelumnya telah menutup kemungkinan pembayaran ganti rugi kepada negara-negara terdampak.
Burnham belum menjelaskan apakah pendekatan pemerintah akan melibatkan pengeluaran publik tambahan. Miliband mengatakan ia dan Burnham sepakat pemerintah perlu menangani persoalan itu, bukan terus menghindarinya.
Miliband mengkritik cara mantan Perdana Menteri Tony Blair menangani isu tersebut pada 2007. Menurut Miliband, Blair pernah menyampaikan kesedihan dan penyesalan mendalam atas keterlibatan Inggris, tetapi kantor perdana menteri kemudian menjauhkan diri dari pernyataan itu.
Miliband mengatakan persoalan perbudakan dan warisannya terus memengaruhi hubungan dalam Persemakmuran. Isu itu, menurutnya, juga dibahas dalam percakapan baru-baru ini antara Burnham dan Perdana Menteri Barbados Mia Mottley.
Ia mengenang perdebatan sengit mengenai perbudakan dan warisannya dalam Pertemuan Para Kepala Pemerintahan Persemakmuran di Samoa pada 2024. Para menteri Inggris juga telah memulai dialog terstruktur dengan negara-negara yang terdampak perdagangan budak.
Miliband meminta penelusuran sejarah keterlibatan Inggris dalam perdagangan budak transatlantik pada abad ke-16 hingga ke-19. Ia mengatakan lebih dari tiga juta orang diangkut dengan keterlibatan negara Inggris selama beberapa abad, dan ratusan ribu orang meninggal.
Miliband mengatakan para penyintas penyeberangan Atlantik menghadapi kondisi mengerikan di kapal maupun setelah tiba di Karibia dan Amerika. Ia berpendapat kesediaan mengakui kesalahan masa lalu menunjukkan kekuatan nasional; permohonan maaf resmi mungkin disampaikan pada November 2027, ketika Burnham dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan puncak G20 di Manchester.