
PTUN Kabulkan Gugatan PPPSRS Kalibata City
12 menit yang lalu
Penilaian kesehatan kerja mempertimbangkan kondisi pekerja, jenis tugas, dan risiko di lingkungan kerja.
Terbit · 1 min read

Dokter spesialis kedokteran okupasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Shanti Puji Lestari, mengatakan orang yang baru pulih dari sakit atau cedera belum tentu siap kembali bekerja seperti biasa. Menurut laporan CNBC Indonesia, kesiapan perlu dinilai berdasarkan kondisi kesehatan dan tuntutan pekerjaan.
Dalam keterangan resmi pada Kamis (5/11/2026), Shanti menjelaskan bahwa pekerja bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari tetapi masih mudah lelah, sulit berkonsentrasi lama, atau belum kuat melakukan aktivitas fisik tertentu. Kondisi itu dapat memengaruhi kemampuan bekerja meski tidak selalu terlihat dalam pemeriksaan kesehatan umum.
Menurut Shanti, penilaian kelayakan kerja mempertimbangkan kesehatan pekerja dalam konteks jenis pekerjaan dan aktivitasnya. Dokter juga menilai risiko kesehatan yang mungkin muncul dari pekerjaan maupun lingkungan kerja, serta kemampuan fisik dan mental pekerja.
Hasil penilaian dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah seseorang dapat bekerja seperti biasa, memerlukan penyesuaian atau pembatasan tugas, atau masih membutuhkan pemulihan dan evaluasi lebih lanjut. Shanti menyebut pekerja dapat kembali secara bertahap atau dengan modifikasi tugas sesuai rekomendasi medis.
Kehadiran di tempat kerja tidak selalu menandakan pekerja telah pulih sepenuhnya atau dapat bekerja optimal. Kondisi ketika seseorang tetap hadir bekerja tetapi kemampuan fisik, konsentrasi, atau energinya masih terbatas dikenal sebagai kehadiran kerja saat kondisi kesehatan belum pulih.
Dokter spesialis kedokteran okupasi Mayapada Hospital Kuningan, dr. Andreas Kresna, mengatakan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu perusahaan memantau perubahan kondisi pekerja dan mengenali risiko sejak dini. Menurut laporan yang sama, ia menyarankan pemeriksaan disesuaikan dengan jenis pekerjaan, faktor risiko, dan lingkungan kerja.
Untuk pekerja kantoran, pemeriksaan dapat mencakup tekanan darah, kadar gula darah, dan kondisi metabolik. Posisi tubuh serta kebiasaan kerja seperti duduk dan menggunakan komputer juga perlu diperhatikan, kata Andreas; pemantauan itu ditujukan untuk mendukung pencegahan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas kerja.