
Jokowi Uraikan Rangkaian Kelulusan dari UGM
14 menit yang lalu
Badan Bahasa meninjau penggunaan buku bacaan bermutu dan metode belajar membaca di sekolah Kabupaten Kupang.
Terbit · 2 min read

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau pemanfaatan buku bacaan bermutu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung minat baca dan kemampuan literasi siswa. Menurut laporan ANTARA, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin mengunjungi UPTD SD Inpres Oebola, Kecamatan Fatuleu, pada Kamis (5/11/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat penggunaan buku yang disalurkan pemerintah ke sekolah tersebut pada 2022, 2024, dan 2026. Hafidz mengatakan Kabupaten Kupang menjadi perhatian pemerintah pusat dalam penyediaan sumber bacaan bermutu di sekolah.
Ia mengatakan kemampuan membaca pada jenjang pendidikan dasar menjadi fondasi bagi anak untuk memahami berbagai bidang ilmu. Hafidz juga mengapresiasi guru yang menggunakan buku untuk mengembangkan metode pengenalan huruf, kata, dan kalimat bagi siswa kelas awal.
Hafidz menilai papan interaktif digital bantuan Presiden Prabowo turut menarik minat dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam belajar membaca. Ia mengatakan, “Anak-anak sangat tertarik dengan ilustrasi, gambar, huruf yang berwarna, dan berbagai motif yang ada di dalam papan interaktif digital.”
Ia berharap praktik pembelajaran di UPTD SD Inpres Oebola dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Pendampingan guru bersama mitra pembangunan, termasuk INOVASI, juga disebut penting agar buku yang disalurkan dapat digunakan secara efektif.
Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki mengatakan pelatihan dan pendampingan guru telah menunjukkan hasil positif. Menurut laporan yang sama, ia menyebut pembelajaran di sekolah itu menggabungkan buku bacaan, papan interaktif digital, dan kegiatan belajar berkelompok.
Aurum mengatakan pendekatan tersebut membuat kegiatan membaca lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan antusiasme siswa. Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen mendorong praktik itu diterapkan di sekolah lain, sementara Aurum mengajak anak-anak membangun kebiasaan membaca, memahami, dan menganalisis informasi.
Handoko Widagdo, Wakil Direktur Program Bidang Ekosistem Pendidikan dan Pengelolaan Subnasional INOVASI, mengatakan lembaganya mendukung peningkatan kapasitas guru dan memantau pemanfaatan buku bersama pemerintah daerah. Ia menyebut pendampingan langsung telah dilakukan di lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur: Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Nagekeo.