
Isyana/Rinjani Tembus Final Indonesia Masters
17 menit yang lalu
Iran mengancam negara Teluk bila AS dan Israel menyerang lagi; Global Firepower membandingkan kekuatan militernya.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Iran mengancam akan menyerang sejumlah fasilitas penting di negara-negara Teluk jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menyerang wilayahnya. Ancaman itu tidak hanya menyasar fasilitas minyak dan energi, tetapi juga pusat data, jaringan kabel bawah laut, hingga fasilitas kecerdasan buatan.
Mengutip The Guardian, Kamis (22/10/2026), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa serangan balasan Iran dapat menjangkau hingga tujuh negara di kawasan Teluk jika perang kembali pecah. Peringatan serupa disampaikan Mehdi Mohammadi, penasihat Mohammad Ghalibaf, yang sebelumnya terlibat dalam perundingan Iran dengan AS.
Mohammadi menyatakan bahwa perang berikutnya akan menjadi ancaman besar bagi keberadaan Iran. Karena itu, menurut dia, Teheran tidak akan lagi membatasi sasaran maupun wilayah serangan balasannya, seperti dikutip The Guardian.
Menurut laporan yang sama, ancaman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel. Kawasan Teluk merupakan salah satu pusat produksi minyak dan gas terbesar di dunia, sehingga perang yang meluas berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Dalam laporan Global Firepower 2026, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara, lebih tinggi daripada seluruh anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Arab Saudi berada di peringkat ke-25, Irak ke-44, dan Uni Emirat Arab (UEA) ke-54, sedangkan Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman berada di luar 70 besar. Penilaian memakai lebih dari 60 indikator dengan skor indeks kekuatan Iran 0,3199, Arab Saudi 0,4473, dan Irak 0,8115; makin kecil skornya, makin tinggi peringkatnya.
Dari sisi darat, Iran tercatat memiliki sekitar 610.000 tentara aktif, dibandingkan Arab Saudi 247.000, Irak 193.000, dan Oman sekitar 100.000. Iran juga memiliki 2.675 tank, sedangkan Arab Saudi 1.085 unit dan Irak 1.188 unit. Namun, dalam kekuatan udara Arab Saudi unggul dengan 917 pesawat militer dan 283 pesawat tempur, sementara Iran memiliki 551 pesawat militer dan 188 pesawat tempur.
Iran tercatat memiliki 109 aset armada laut, termasuk 25 kapal selam, tujuh kapal fregat, dan tiga kapal korvet, sedangkan tujuh negara pembanding tidak memiliki kapal selam dalam data tersebut. Dari sisi anggaran, Arab Saudi diperkirakan sebesar US$63,99 miliar, UEA US$23,48 miliar, dan Qatar US$11,95 miliar, dibandingkan Iran US$9,23 miliar. Gabungan anggaran enam anggota GCC sekitar US$116,77 miliar, atau lebih dari 12 kali lipat anggaran Iran.
CNBC Indonesia menegaskan bahwa peringkat yang lebih tinggi tidak menjamin kemenangan dalam perang, dan angka gabungan negara Teluk tidak berarti kekuatan itu siap dipakai bersama. Jika ancaman terhadap fasilitas energi benar dilakukan, dampaknya disebut dapat mengganggu ekonomi, pasokan energi, dan kehidupan masyarakat, serta berpotensi mendorong kenaikan harga energi.